Kartini pernah menulis:
“Andaikata aku anak laki-laki,
aku tak akan berpikir dua kali,
untuk menjadi pelaut.”
Gema kalimatnya tetap relevan
melukiskan kegelisahan zaman
tentang cita yang teramat indah
terperangkap dalam dada sejarah
dalam konteks kekinian
menjelma semesta digital tak bertepi
sehingga tidak cukup hanya keberanian
untuk mengarungi badai kehidupan ini
Menjadi pelaut hari ini
bukan sekadar menaklukkan ombak
melainkan membaca arus yang tersembunyi
di samudra algoritma yang terus bergerak
pelaut sejati di zaman ini
bukan yang tercepat dalam menyeberangi
melainkan yang mampu menjaga nurani
menjadi kompas di tengah arus yang tak pasti
sebab angin kebebasan berbeda rupa
kadang berupa suara, kadang berupa data
digelorakan dengan berbagai cara
yang tidak selalu jelas asal usulnya
Malang, 21 April 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Modus Peredaran Sabu Setengah Kilogram di Cianjur
Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur Minim Peminat
Perkuat Akar Rumput, PDI Perjuangan Cianjur Targetkan Pembentukan Pengurus Hingga Tingkat RW Rampung Mei
Tim Muda SSB Paster Junior Asal Cianjur Raih Posisi Runner Up di Liga Jabar Istimewa 2026
Koperasi Merah Putih: Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat atau Sekadar Proyek Besar?
Legislasi Cianjur Memanas, Fraksi DPRD Soroti Substansi Lima Raperda Strategis
Siswa SMKN 1 Cipanas Cianjur Unjuk Keahlian Olah Hasil Pertanian dalam Uji Kompetensi 2026
PDI Perjuangan Cianjur Suarakan Hak Digital dan Kesejahteraan Perempuan di Hari Kartini 2026
Menenun Kesetaraan di Ruang Kelas: Menghidupkan Spirit Kartini dalam Relasi Sekolah
Emansipasi Kartini di Era Globalisasi