Alumni FEBI Unsur Cianjur Dorong Regenerasi Kepemimpinan Dekan demi Demokrasi Kampus

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Rabu, 22 April 2026 | 06:03 WIB
Alumni FEBI Unsur Cianjur, Alief Irfan. (FOTO: Ist)
Alumni FEBI Unsur Cianjur, Alief Irfan. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Sejumlah alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Suryakancana (Unsur) angkatan 2023 menyuarakan urgensi perubahan internal dalam proses pemilihan dekan baru.

Hal ini dipicu oleh keprihatinan terhadap fenomena jabatan dekan yang diduga berlangsung hingga empat periode, yang dinilai berisiko menghambat iklim demokrasi di lingkungan akademik.

Perwakilan alumni, Alief Irfan, menyatakan bahwa fakultas seharusnya berfungsi sebagai kawah candradimuka bagi para intelektual.

Menurutnya, ketika jabatan dekan dikunci oleh satu individu selama belasan hingga puluhan tahun, jalur karier bagi dosen-dosen muda yang potensial akan tersumbat.

"Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu lahirnya fenomena echo chamber atau ruang gema dalam tata kelola organisasi," ujarnya.

Alief menjelaskan bahwa semakin lama seseorang berkuasa, risiko terbentuknya lingkaran loyalitas yang bersifat personal ketimbang profesional menjadi semakin besar.

Dampaknya, fungsi kontrol dan keseimbangan (check and balances) di tingkat fakultas melemah karena senat atau lembaga pengawas cenderung segan untuk bersikap kritis terhadap kebijakan pimpinan.

Lebih lanjut, ia menyoroti potensi munculnya kultus individu, di mana keputusan-keputusan strategis fakultas mulai bergantung pada restu satu orang. Hal ini dianggap sebagai kemunduran karena sistem tidak lagi berjalan secara objektif dan transparan.

Terkait aspek legalitas, Alief merujuk pada UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang memberikan wewenang kepada badan penyelenggara atau yayasan untuk mengatur tata kelola kampusnya sendiri melalui Statuta Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Ia mengakui bahwa jika statuta tidak membatasi jumlah periode jabatan secara spesifik, maka secara legal formal hal tersebut dimungkinkan.

Namun, demi menjaga marwah institusi, pihak alumni berharap Rektor dan Yayasan Universitas Suryakancana Cianjur lebih selektif dan tidak abai dalam memantau proses pemilihan Dekan FEBI yang baru.

"Langkah ini diharapkan mampu membawa penyegaran dan menjamin transparansi sistem kepemimpinan di masa mendatang," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X