Konvergensi Pemuda Jawa Barat: Menjemput Persatuan dan Mengembalikan Khittah Perjuangan KNPI

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Senin, 8 Juni 2026 | 23:05 WIB
Muhammad Riksa Iman Pribadi, S.E. (Ketua DPD KNPI Kabupaten Cianjur) (Ist)
Muhammad Riksa Iman Pribadi, S.E. (Ketua DPD KNPI Kabupaten Cianjur) (Ist)

 

Oleh: Muhammad Riksa Iman Pribadi, S.E. (Ketua DPD KNPI Kabupaten Cianjur)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya. Dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga reformasi 1998, pemuda selalu berdiri di garda terdepan sebagai kompas moral dan penggerak perubahan bangsa.

Di Jawa Barat, dinamika kepemudaan selalu memiliki daya tawar strategis dalam menentukan arah kebijakan daerah maupun nasional.

Namun, hari ini kita harus berani jujur menatap cermin organisasi. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), wadah berhimpunnya seluruh organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), sedang menghadapi tantangan eksistensial yang cukup pelik.

Menurut Riksa, ego sektoral dan dualisme bahkan multisme kepengurusan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota telah menguras energi produktif pemuda Indonesia.

Sebab itu, Riksa menegaskan bahwa sudah saatnya kita bicara tentang Konvergensi Pemuda. Sudah saatnya pemuda Jawa Barat memelopori gerakan penyatuan kembali KNPI dari hulu ke hilir.

Mengembalikan Eksistensi dan Peran KNPI

KNPI didirikan bukan sebagai panggung perebutan kekuasaan elektoral atau sekadar batu loncatan politik praktis. KNPI adalah laboratorium kepemimpinan, tempat bertemunya gagasan-gagasan besar dari berbagai latar belakang ideologi, agama, dan suku, demi satu tujuan: kemajuan Indonesia.

Ketika wadah ini terpecah, yang dirugikan bukan hanya para pengurusnya, melainkan seluruh generasi muda yang kehilangan arah kompasnya.

Eksistensi KNPI harus dikembalikan sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. Pemuda harus kembali ke desa, masuk ke kantong-kantong digital, menggerakkan UMKM, dan mengawal kebijakan publik.

"Kita tidak boleh membiarkan energi pemuda habis hanya untuk memperdebatkan siapa ketua yang sah di ruang-ruang sidang yang melelahkan."
— Muhammad Riksa Iman Pribadi

Resolusi Penyatuan: Dari Pusat hingga Daerah

Perpecahan di tingkat pusat (DPP) secara otomatis membawa dampak domino yang merusak soliditas di tingkat provinsi (DPD I) hingga kabupaten/kota (DPD II). Di Jawa Barat, riak-riak ini sangat terasa.

Sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Cianjur, Riksa melihat langsung bagaimana disintegrasi ini membingungkan OKP-OKP di daerah dan melemahkan posisi tawar pemuda di hadapan pemangku kebijakan.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Apa yang Harus Dilakukan Prabowo?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X