Ketujuh, selain saling mengenal (ta’aruf) hal lain yang perlu dilakukan untuk menjaga Perdamaian adalah manusia harus mampu mengendalikan ego hawa nafsu. Berbagai peperangan dan kerusakan semua disebabkan kegagalan manusia dalam mengontrol keegoan hawa nafsunya. Bahkan dalam beragama sekalipun tidak jarang yang dominan adalah ego dan hawa nafsu. Fenomena yang kemudian menjadikan agama nampak buruk. Seolah semakin beragama justeru semakin bringas dan kehilangan etika.
Kedelapan, saya kembali menekankan sebagai penutup bahwa dunia kita adalah dunia global yang sangat ditandai oleh keterikatan satu sama lain (interconnected atau interdependent). Karenanya di hadapan kita hanya ada dua kemungkinan. Membangun kerjasama dan bersama-sama menyelamatkan dunia ini sebagai rumah bersama. Atau membiarkan mereka yang tidak bertanggng jawab merusaknya dan kita semua hancur bersama. Pilihan ada di tangan kita (the choice is un our hand)!
Semoga dunai damai!
Jamaica City, 29 Mei 2023
Presiden Nusantara Foundation
Artikel Terkait
PDIP Soroti Pernyataan Denny Indrayana Terkait Dugaan MK Setujui Sistem Pemilu Tertutup
Biadab...ABG 15 Tahun Diperkosa 11 Pria, ada Oknum Kades dan Oknum Brimob sebagai Pelaku
Kapolri Sikapi Dugaan Pembocoran Putusan MK Yang Dilontarkan Denny Indrayana
Bandara Kertajati Berangkatkan Jamaah Haji 2023
Depan 45 Finalis Puteri Indonesia 2023, KPK Berikan Pembekalan Pentingnya Gerakan Antikorupsi
Masa Berlaku SIM di Berbagai Negara, Indonesia Nomor Segini
KPU Tinjau Verifikasi Administrasi Bacalon DPR RI
Antisipasi Tindakan Penipuan, Pelaku Usaha Arisan Harus Berbadan Hukum dan Terdaftar di OJK
Prodi IKOM Telkom University Bekali Mahasiswa Certified Public Speaker
Sukses Gelar CPS, Prodi Ikom Telkom University Motivasi Mahasiswa Melalui Public Speaking Fest