Journalnusantara.com, Majalengka - Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam hal ini bidang urusan terkait resmi memberangkatkan jamaah haji Indonesia tahun 2023 ini.
Ada beberapa Bandara yang digunakan untuk pemberangkatan jamaah haji seperti Soekarno Hatta, dan lain-lain. Termasuk Bandara Kertajati, di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Dilansir dari berbagai sumber, Bandara Kertajati adalah sebuah contoh kerja sama pembangunan infrastruktur yang bagus antara tiga pihak yang saling menguntungkan, yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara dan swasta.
Studi kelayakan bandara ini sudah selesai tahun 2003, lalu lokasi pertama ditetapkan tahun 2005 dengan janji pembiayaan sepenuhnya dari APBD Provinsi Jawa Barat. Akan tetapi tujuh tahun terlewati tanpa kemajuan sama sekali, atau sembilan tahun sejak studi kelayakan selesai. Izin penetapan lokasi yang lama hangus. Karena itulah perpanjangan izin penetapan lokasi tersebut harus diulang tahun 2012 dengan memasukkan ketentuan peran aktif pendanaan APBN.
Baca Juga: SDM Berkualitas Wujudkan Pemilu yang Adil
Praktis, pekerjaan pembangunan Bandara Kertajati baru dimulai tahun 2014. Demi percepatan pembangunannya, maka pada kurun waktu 2014-2019 Bandara Kertajati dimasukkan ke dalam Rencana Strategis Nasional, bahkan tahun 2015 bandara ini menjadi salah satu Program Strategis Nasional.
Bagaimana pembagian kerjanya?
Pemerintah Pusat membangun sisi udara seperti landas pacu sepanjang 2.500 meter dengan lebar 60 meter, taxiway paralel sepanjang 2.750 meter selebar 25 meter, appron serta jalan pendukung peralatan ground handling (Ground Support Equipment), airfield lighting dan menara. Landas pacu ini akan diperpanjang hingga 3.200 meter sehingga bisa melayani operasional pesawat sipil terbesar di dunia seperti Airbus A380, Boeing B 747 maupun B 777.
Adapun Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun sisi darat bandara yakni terminal penumpang berukuran 92.000 meter persegi, yang bisa menampung 5,6 juta penumpang per tahun.
Begitulah, Bandara Kertajati tentu kita harapkan akan menghidupkan perekonomian kawasan sekitarnya. Selain untuk penumpang dan kargo, Bandara Kertajati juga menjadi embarkasi haji dan umroh untuk masyarakat Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.
Oleh karena itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginstruksikan penyelesaian konstruksi Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) Seksi 4 - Seksi 6 (Cimalaka - Dawuan) sepanjang 29,3 km pada awal Juni 2023, sehingga Jalan Tol Cisumdawu dapat beroperasi seluruhnya sepanjang 62 km.
"Jalan Tol Cisumdawu merupakan proyek strategis nasional yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Segera operasionalkan dengan tetap mengutamakan kualitas, safety, dan estetika. Ruas Tol Cisumdawu sekaligus juga untuk mendukung operasional Bandara Kertajati," tegas Menteri Basuki.
Baca Juga: Bang Tyo Sampaikan Peran Pemuda untuk Tingkatkan Perekonomian Bangsa.k
Pembangunan Tol Cisumdawu menggunakan tekonologi geofoam EPS yang diterapkan pada pembangunan Seksi 5A. Teknologi ini berfungsi untuk mengurangi risiko longsor.
Artikel Terkait
Canggih, TNI AL Kini Miliki Kapal Penyapu Ranjau
Heboh..Dua Mayat Perempuan Ditemukan di Cianjur, Aan dan Anaknya Terkunci Dalam Rumah
Menag Sebut Pramuka PTKN Harus Aktif Rawat Keberagaman dan Perdamaian
Anggota DPR-RI Ahmad Sahroni Sindir Polda Jabar Terkait Tabrak Lari Santri Ciamis
Bang Tyo Sampaikan Peran Pemuda untuk Tingkatkan Perekonomian Bangsa
SDM Berkualitas Wujudkan Pemilu yang Adil
KPU RI Berharap Kotak Suara Pemilu 2024 Lebih Kuat Dari Kotak Suara Sebelumnya
PDIP Soroti Pernyataan Denny Indrayana Terkait Dugaan MK Setujui Sistem Pemilu Tertutup
Biadab...ABG 15 Tahun Diperkosa 11 Pria, ada Oknum Kades dan Oknum Brimob sebagai Pelaku
Kapolri Sikapi Dugaan Pembocoran Putusan MK Yang Dilontarkan Denny Indrayana