Bukan pula:"Berapa banyak ikan yang dapat ditangkap?"
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:
"Peradaban maritim seperti apa yang ingin kita bangun?"
Apakah Indonesia hanya ingin menjadi jalur yang dilewati kapal-kapal dunia?
Ataukah menjadi pusat logistik Indo-Pasifik? Pusat teknologi kelautan tropis? Pusat industri maritim ASEAN?
Pusat ekonomi biru yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan?
Pilihan itu akan menentukan masa depan bangsa ini.
Karena sejarah selalu menunjukkan pola yang sama. Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang dikelilingi laut.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengubah laut menjadi pengetahuan. Mengubah pengetahuan menjadi inovasi. Mengubah inovasi menjadi industri. Mengubah industri menjadi kemakmuran. Dan mengubah kemakmuran menjadi kekuatan nasional.
Indonesia telah dianugerahi geografi yang luar biasa. Tantangan abad ke-21 bukan lagi menemukan laut.
Tantangannya adalah membangun institusi, ekosistem, dan peradaban yang lahir darinya.
Sebab sesungguhnya masa depan Indonesia tidak berada pada daratan yang terpenggal-penggal oleh lautan, melainkan pada kemampuan kita menjadikan laut sebagai penghubung yang menyatukan seluruh daratan itu menjadi satu kesatuan peradaban.
Indonesia tidak membutuhkan lebih banyak laut untuk menjadi negara maritim. Indonesia membutuhkan lebih banyak institusi yang mampu mengubah laut menjadi nilai tambah bagi kemakmuran dan kemajuan peradaban.
Artikel Terkait
Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung
Strategi Jitu Mengkampanyekan Hotel agar Ramai Pengunjung
PPP Purwakarta Terima SK Kepengurusan Baru pada Hari Lahir Pancasila
Meriahkan HUT Ke-44 Yogya Group, Yomart Gelar Senam Sehat Bersama Puteri Indonesia di Cibaduyut
Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)
Konsistensi 11 Tahun Makaffah Salon Merawat dan Memberdayakan Kaum Perempuan
Dugaan Kejanggalan Kematian Anak di Puskesmas Sindangbarang Cianjur Mencuat, Kuasa Hukum Siap Mengadu ke Komisi III DPR RI
Sektor Industri Dongkrak Realisasi Investasi Cianjur Triwulan I 2026 hingga Rp608 Miliar
Dugaan Laporan Fiktif dan Salah Dapil Dana Reses Anggota DPRD Cianjur Diprotes
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Evaluasi Bangsa, PC PMII Cianjur Serukan Penguatan Nilai Kebangsaan