Indonesia, Negara Kepulauan Alpa Peradaban Maritim

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 4 Juni 2026 | 05:42 WIB
Angkatan Laut Indonesia pada hari Senin (11/5/2026) resmi menerima kapal penyelamat kapal selam pertama mereka, KRI Canopus-936.
Angkatan Laut Indonesia pada hari Senin (11/5/2026) resmi menerima kapal penyelamat kapal selam pertama mereka, KRI Canopus-936.

Yang membedakan adalah kemampuan mereka membangun institusi yang membuat laut bekerja.

Contoh Praktik Terbaik

Lihatlah Denmark. Mereka tidak memiliki laut seluas Indonesia. Mereka tidak memiliki sumber daya laut sebesar Nusantara. Mereka bahkan tidak memiliki posisi geografis yang seistimewa Indonesia.

Namun Denmark berhasil menjadi salah satu kekuatan maritim dunia.

Rahasianya bukan terletak pada laut mereka. Rahasianya terletak pada cara mereka mengorganisasi manusia di sekitar laut.

Di Denmark berkembang apa yang dikenal sebagai Blue Denmark. Bukan sekadar kumpulan perusahaan maritim, melainkan sebuah ekosistem yang menghubungkan perusahaan pelayaran, universitas, lembaga riset, perusahaan teknologi, sektor keuangan, perusahaan asuransi, galangan kapal, dan pemerintah.

Perusahaan pelayaran tidak tumbuh sendirian. Universitas menghasilkan insinyur maritim dan ahli logistik. Lembaga riset mengembangkan teknologi pelayaran. Perusahaan teknologi menciptakan solusi baru bagi industri maritim.

Bank memahami kebutuhan pembiayaan sektor pelayaran. Perusahaan asuransi mengelola risiko perdagangan global. Pemerintah menyediakan arah strategis dan kepastian regulasi.

Orang-orang bergerak dari kampus ke industri. Dari industri ke lembaga riset. Dari perusahaan pelayaran ke perusahaan teknologi. Pengetahuan bergerak bersama manusia.

Ide-ide baru lahir dari perjumpaan berbagai disiplin. Inovasi tidak muncul karena satu lembaga bekerja keras. Inovasi muncul karena seluruh ekosistem bekerja bersama.

Di situlah kekuatan maritim Denmark dibangun. Bukan pada kapal. Bukan pada pelabuhan. Melainkan pada ekosistem pengetahuan yang menghasilkan nilai tambah.

Pelabuhan hanyalah simpul fisik. Yang menciptakan kemakmuran adalah jaringan manusia di belakangnya.

Belanda mengajarkan bahwa pelabuhan bukan tujuan pembangunan. Pelabuhan hanyalah titik awal.

Rotterdam tidak menjadi besar karena memiliki dermaga yang panjang. Rotterdam menjadi besar karena setiap dermaga terhubung dengan industri, logistik, perdagangan, teknologi, dan pasar global.

Belanda tidak membangun pelabuhan. Belanda membangun ekosistem nilai tambah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X