Indonesia, Negara Kepulauan Alpa Peradaban Maritim

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 4 Juni 2026 | 05:42 WIB
Angkatan Laut Indonesia pada hari Senin (11/5/2026) resmi menerima kapal penyelamat kapal selam pertama mereka, KRI Canopus-936.
Angkatan Laut Indonesia pada hari Senin (11/5/2026) resmi menerima kapal penyelamat kapal selam pertama mereka, KRI Canopus-936.

Padahal sejarah negara-negara maritim menunjukkan bahwa infrastruktur fisik hanyalah prasyarat. Bukan penentu.

Pelabuhan tidak menciptakan kemakmuran. Pelabuhan hanya menciptakan kemungkinan. Kemakmuran lahir ketika pelabuhan terhubung dengan industri.

Industri terhubung dengan inovasi. Inovasi terhubung dengan pembiayaan. Pembiayaan terhubung dengan pasar. Tanpa rantai itu, pelabuhan hanya menjadi bangunan lebih besar di tepi laut.

Selama bertahun-tahun kita mengukur keberhasilan pembangunan maritim dari jumlah proyek yang selesai dibangun.

Padahal negara-negara maritim yang berhasil mengukur keberhasilan dari nilai tambah yang berhasil diciptakan.

Kita menghitung jumlah pelabuhan. Mereka menghitung produktivitas logistik.

Kita menghitung jumlah kapal. Mereka menghitung efisiensi rantai pasok.

Kita menghitung volume tangkapan ikan. Mereka menghitung nilai ekonomi yang dihasilkan dari setiap kilogram ikan.

Perbedaan cara berpikir inilah yang pada akhirnya menghasilkan perbedaan kemakmuran.

Kita juga terlalu lama terjebak dalam paradigma ekstraktif.

Laut dipandang sebagai tempat mengambil. Mengambil ikan. Mengambil pasir. Mengambil energi. Mengambil ruang.

Padahal negara-negara maritim yang berhasil tidak menjadi kaya karena mengambil lebih banyak dari laut.

Mereka menjadi kaya karena menciptakan lebih banyak nilai dari laut.

Mereka menjual teknologi perikanan. Mereka menjual jasa pelayaran. Mereka menjual desain kapal. Mereka menjual teknologi energi laut. Mereka menjual pengetahuan.

Indonesia masih terlalu sering menjual apa yang diambil dari laut. Belum cukup menjual apa yang dipelajari dari laut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X