Membangun negeri karenanya tidak boleh berhenti pada aspek teknis. Pembangunan infrastruktur tanpa pembangunan kesadaran hanya akan menciptakan tubuh besar dengan jiwa kosong.
Sebaliknya, pembangunan kesadaran kritis yang bersanding dengan pandangan hidup positif akan menyalakan api peradaban: bangsa yang merdeka dalam berpikir, kuat dalam moral, dan bijak dalam bertindak.
Akhirnya, kesadaran kritis bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Tanpanya, bangsa hidup dalam kegelapan. Sedangkan pandangan hidup positif bukan sekadar harapan, melainkan daya hidup yang menjaga bangsa dari keputusasaan.
Dengan keduanya, jalan menuju negeri yang adil, berdaulat, dan bermartabat dapat diukir sebuah negeri yang dibangun bukan hanya dengan tangan, tetapi juga dengan akal, hati, dan kesadaran.
Pasar Kembang, 8 September 2025
Artikel Terkait
Mengapa Rakyat Turun ke Jalan?
Posko Kesehatan KKN UBK Jadi Solusi Akses Layanan Medis di Mekarrahayu
Warga Adukan Dugaan Mark-Up Dana Desa Pantai Cermin ke Inspektorat Langkat
Terkuak Dana Desa Pantai Cermin, dari WhatsApp War ke Meja Inspektorat
Jaringan Intelektual Muda Soroti Anggaran Fantastis di Sekretariat DPRD Cianjur
Mutiara Pagi: Sebuah Janji (Bagian 1957)
Jabar Surganya Artis
LAZIA Resmi Mengantongi SK, Siap Maksimalkan Potensi Zakat untuk Umat
Geng Remaja Berandal Diringkus Polisi Karangampel, Niat Tawuran Berujung Bui!
Jaringan Intelektual Muda Laporkan Ketua DPRD Cianjur ke MKD