Journalnusantara.com, Cianjur — Di tengah polemik wacana pembubaran DPRD dan pernyataan Ketua DPRD Cianjur, Jaringan Intelektual Muda (JIM) mengungkap adanya dugaan paket tender bernilai fantastis di tubuh Sekretariat DPRD.
Presidium JIM, Alief Irfan, menyebut tender tersebut tercatat dengan kode RUP 60115458. Paket itu tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai pagu Rp 1,4 miliar dan HPS Rp 1.399.955.057,72.
Tender dibuat pada 28 Juli 2025 dengan satuan kerja Sekretariat DPRD Cianjur, jenis pengadaan pekerjaan konstruksi.
“Paket ini berupa belanja modal bangunan gedung kantor untuk interior ruang Ketua DPRD, interior ruang Wakil Ketua I dan III DPRD, pemeliharaan interior ruang gabungan I dan II, serta interior ruang fraksi dan komisi,” ujar Alief.
Menurut JIM, anggaran besar tersebut tidak sejalan dengan kondisi masyarakat Cianjur saat ini. Faktor ekonomi dan daya beli warga kian tertekan, ditambah korban pergeseran tanah di wilayah Pagelaran, Tanggeung, Agrabinta, dan kecamatan lain yang dinilai kurang mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Alih-alih memprioritaskan kebutuhan rakyat kecil, DPRD justru mempercantik ruang kerjanya. Seharusnya DPRD hadir untuk menjembatani aspirasi masyarakat, bukan sekadar membuat nyaman diri sendiri,” kata Alief.
JIM menilai temuan ini memperkuat alasan masyarakat menuntut Ketua DPRD turun dari jabatannya. Mereka mendesak Badan Anggaran dan DPRD Cianjur melakukan evaluasi besar-besaran.
“Kami menduga Ketua DPRD Cianjur tidak memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Cianjur, Pratama Nugraha, membenarkan keberadaan paket tender tersebut. “Betul, Kang,” ujarnya singkat.
Artikel Terkait
All Cops Are Bastard
Jaringan Intelektual Muda Soroti Dugaan 'Flexing' Ketua DPRD Cianjur
4 Perbedaan Orang Jawa dan Sunda, dari Asal Usul hingga Karakter
Dugaan Mafia BBM Subsidi Bayangi SPBU Pagelaran Cianjur, Publik Desak Penertiban Tegas
Desak Pemerintah Investigasi Kerusuhan, BEM PTNU Se-Nusantara Komitmen Kawal Aksi Damai
Mutiara Pagi: Indonesia Terang (Bagian 1956)
Mengapa Rakyat Turun ke Jalan?
Posko Kesehatan KKN UBK Jadi Solusi Akses Layanan Medis di Mekarrahayu
Warga Adukan Dugaan Mark-Up Dana Desa Pantai Cermin ke Inspektorat Langkat
Terkuak Dana Desa Pantai Cermin, dari WhatsApp War ke Meja Inspektorat