Journalnusantara.com, Langkat — Dugaan penyimpangan Dana Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, mencuat setelah konflik internal perangkat desa menyeruak ke publik.
Kepala Desa Muhammad Taufik Amk kini menjadi sorotan usai berseteru dengan Kaur Keuangan Abdul Latief, yang sebelumnya memegang kunci bendahara desa.
Perselisihan itu memuncak dalam pertemuan di rumah Ketua BPD Mahidin, Minggu (7/9/2025). Ruangan sederhana mendadak menjadi forum interogasi. Warga mendesak penjelasan mengenai penggunaan dana desa yang dinilai tidak transparan.
“Kalau ada dugaan mark-up, itu ranah Inspektorat atau kejaksaan. Tapi kalau warga sudah curiga, buat saja surat resmi ke BPD, biar kami rapatkan dengan kades,” ujar Mahidin.
Benih masalah sesungguhnya telah lama muncul. Mundurnya Abdul Latief dari jabatan Kaur Keuangan menjadi tanda awal. Retakan makin terlihat setelah pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan pada Juli lalu.
Acara yang dihimpun dari Dana Desa, proposal perusahaan, hingga iuran para kepala desa sekecamatan, justru menyisakan pertanyaan besar. Laporan penggunaan anggaran hingga kini tak jelas.
Kecurigaan kian menguat setelah percakapan di grup WhatsApp perangkat desa memanas. Kepala desa menyebut acara MTQ justru berakhir merugi.
“Pernyataan itu yang membuat kami semua curiga. Bagaimana mungkin dana sebesar itu bisa hilang tanpa jejak?” kata Mahidin.
Sejumlah warga, di antaranya Basuki Rahmat, Hendra Syahputra, Mhd Erwin Tanjung, dan Ahmad Fadli, akhirnya melayangkan laporan resmi ke Inspektorat Langkat. Surat bernomor 01/Peng-Masy/PC/IX/2025 itu secara tegas menuding adanya mark-up proyek pembangunan desa.
Laporan tersebut melibatkan BPD dan Sekdes Arbain, yang bahkan menyatakan siap menjadi saksi bila dipanggil aparat. Dukungan itu memperkuat dugaan bahwa masalah ini bukan sekadar isu, melainkan persoalan serius yang berpotensi mencoreng nama kepala desa.
Kini bola panas berada di tangan Inspektorat. Publik menanti langkah tegas, meski tak sedikit yang meragukan prosesnya akan berjalan mulus.
Pertanyaan yang menggema di Pantai Cermin kini tinggal satu beranikah aparat membongkar dugaan penyelewengan Dana Desa hingga ke akar, atau sekali lagi membiarkan uang rakyat menguap di meja kekuasaan?
(Ramlan)
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Di Ujung Ujian (Bagian 1955)
All Cops Are Bastard
Jaringan Intelektual Muda Soroti Dugaan 'Flexing' Ketua DPRD Cianjur
4 Perbedaan Orang Jawa dan Sunda, dari Asal Usul hingga Karakter
Dugaan Mafia BBM Subsidi Bayangi SPBU Pagelaran Cianjur, Publik Desak Penertiban Tegas
Desak Pemerintah Investigasi Kerusuhan, BEM PTNU Se-Nusantara Komitmen Kawal Aksi Damai
Mutiara Pagi: Indonesia Terang (Bagian 1956)
Mengapa Rakyat Turun ke Jalan?
Posko Kesehatan KKN UBK Jadi Solusi Akses Layanan Medis di Mekarrahayu
Warga Adukan Dugaan Mark-Up Dana Desa Pantai Cermin ke Inspektorat Langkat