Journalnusantara.com, Langkat – Sejumlah warga Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, melayangkan pengaduan resmi ke Inspektorat terkait dugaan penyimpangan atau mark-up penggunaan dana desa tahun anggaran 2024.
Dalam surat pengaduan yang disampaikan pada Rabu (3/9/2025) dengan nomor 01/Peng-Masy/PC/IX/2025, warga merinci dugaan penyimpangan pada beberapa kegiatan pembangunan.
Antara lain pembangunan sarana air bersih dan WC umum di Dusun Getek 2 senilai Rp90 juta, namun realisasi fisik di lapangan diperkirakan hanya Rp45 juta.
Hal serupa juga terjadi di Dusun Getek 1 dengan nilai proyek Rp90 juta, tetapi realisasinya diperkirakan Rp45 juta. Kemudian, pembangunan sarana air dan WC umum di Dusun Sei Rebat senilai Rp60 juta, namun fisik di lapangan ditaksir hanya sekitar Rp30 juta.
Sejumlah warga berinisial BR, EW, HS, dan MF membenarkan adanya pengaduan tersebut. Mereka meminta Inspektorat segera melakukan audit dan memeriksa Kepala Desa Pantai Cermin beserta perangkatnya.
Saat dikonfirmasi, pihak Inspektorat Kabupaten Langkat melalui sambungan telepon membenarkan telah menerima surat dari warga Desa Pantai Cermin.
“Benar surat sudah kami terima, tetapi saya belum mengetahui lebih lanjut isi surat tersebut,” kata salah seorang pejabat Inspektorat.
Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Pantai Cermin, Usman alias Yong Man, mengaku hanya menjalankan tugas sesuai arahan kepala desa.
“Saya hanya melaksanakan pekerjaan proyek dana desa dan belanja material. Selebihnya pembayaran dilakukan langsung oleh kepala desa,” ujarnya.
Publik berharap Inspektorat Kabupaten Langkat segera menindaklanjuti laporan warga dan melakukan audit atas dugaan mark-up tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pantai Cermin, Muhammad Taufik, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan jawaban meski pesannya sudah terbaca.
Artikel Terkait
Refleksi Pasca Gerakan Rakyat : Kemandegan Fungsi dan Nilai Pemerintahan
Mutiara Pagi: Di Ujung Ujian (Bagian 1955)
All Cops Are Bastard
Jaringan Intelektual Muda Soroti Dugaan 'Flexing' Ketua DPRD Cianjur
4 Perbedaan Orang Jawa dan Sunda, dari Asal Usul hingga Karakter
Dugaan Mafia BBM Subsidi Bayangi SPBU Pagelaran Cianjur, Publik Desak Penertiban Tegas
Desak Pemerintah Investigasi Kerusuhan, BEM PTNU Se-Nusantara Komitmen Kawal Aksi Damai
Mutiara Pagi: Indonesia Terang (Bagian 1956)
Mengapa Rakyat Turun ke Jalan?
Posko Kesehatan KKN UBK Jadi Solusi Akses Layanan Medis di Mekarrahayu