4. Pastikan produk hukum legislatif dapat diakses secara transparan, terutama dalam fungsi budgeting.
Jangan sampai, trias politika sekarang ini jadi tritunggal yang kesemua pilarnya mendukung kesewenang wenangan, dan masyarakat hanya bisa menyaksikan eksekutif jadi pemain utama, legilatif hanya jadi sondhoreg, yudikatif yang harusnya menegakan suprimasi hukum malah jadi alat untuk kekuasaan. wallohualam.
Demikian refleksi ini saya sampaikan. Tentu masih banyak kritik dan kekurangan. Sangat besar harapan saya untuk melanjutkan diskusi bersama demi memperbaiki keadaan. terutama dengan para dewan yang terhormat.
Hormat saya, untuk para legislator yang terhormat.
Ismat Nasrulloh
(Alumni STISIP Guna Nusantara Cianjur)
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Elegi Cinta Demokrasi (Bagian 1952)
Mutiara Pagi: Ziarah Negeri (Bagian 1953)
Prabowo Hadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Tiongkok
Kapolda Jabar Tunjukkan Sikap Humanis, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa
Proxi War dan Demontrasi
BEM PTNU Se-Nusantara Suarakan Aspirasi Kebangsaan di Istana Negara
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Santunan Yatim Piatu dan Tanggung Jawab Kolektif Kita (Bagian 3)
Mutiara Pagi: Andai Bukan Karena Engkau (Bagian 1954)
Presidium Jaringan Intelektual Muda Cianjur Desak Ketua DPRD Cianjur Mundur
Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah