Ini berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas sumber daya manusia. Kurangnya keterampilan sebagian besar angkatan kerja menyebabkan rendahnya daya saing dan tingginya angka pengangguran. Sektor informal yang besar juga sering kali tidak memberikan jaminan sosial yang memadai.
Tingginya kesenjangan antara si kaya dan si miskin serta timpangnya gaji anggota DPR-RI dibandingkan UMR masyarakat adalah penghambat bagi pemerataan kesejahteraan sosial dan pembangunan nasional. Gaji anggota DPR-RI bisa 27 kali lipat UMR, bandingkan dengan parlemen di RRC (1,33 kali) dan Singapura (3,7 kali). Biaya politik yang mahal menciptakan politik dinasti.
Kader berkualitas tanpa uang harus menggandeng "bohir," yang sering kali dibayar dengan kebijakan yang mengorbankan kepentingan masyarakat. Agitasi dan propaganda politik identitas sering memicu polarisasi dan konflik, menciptakan ketidakstabilan sosial dan politik.
Diperlukan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan perubahan berkelanjutan. Hal ini akan mewujudkan keadilan, kepastian hukum, dan kenyamanan batin warga negara.
Kepatuhan warga akan meningkat, menciptakan high trust society yang mendorong partisipasi dalam ketertiban dan menarik investor. Tujuannya adalah mempercepat terwujudnya Indonesia yang "Toto Tentrem Kerto Raharjo Gemah Ripah Loh Jinawi" yang kita cita-citakan bersama.
Untuk mengatasi faktor-faktor di atas, dibutuhkan political will dan keberanian Presiden Prabowo untuk bertindak. Langkah pertama adalah mengembalikan UUD 1945 ke bentuk aslinya.
Supremasi hukum dan pemberantasan korupsi harus segera dilakukan, sesuai pidato perdana beliau saat pelantikan. Ini berarti equality before the law harus berlaku di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Please, The Excellency Mr. President Prabowo, work on it, now or never.
Artikel Terkait
Wabup Cianjur Terima Audiensi NPCI, Bahas Hibah 2026 dan Persiapan Ajang Olahraga Disabilitas
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Gelar Seminar Hukum Perceraian dalam Perspektif Islam di Desa Sindangsari
Workshop Inovasi PAI di Campaka: Bekali Guru dengan Metode Kreatif, Ditutup Wakaf 300 Al-Qur’an
Bopic Community Tebar Kepedulian Lewat Pengobatan Gratis di Bojongpicung
Mutiara Pagi: Harapan Rakyat (Bagian 1946)
Membubarkan DPR Menyelesaikan Masalah? Pandangan Kritis dari Bangku Perkuliahan
BEM PTNU Soroti Krisis Integritas, Kapabilitas, dan Empati Pejabat Publik
Mahasiswa KKN Bhakti Kencana University Gelar Penyuluhan Hipertensi dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Cibeet
Terkait Tudingan Mangkir KPAD Cianjur Penuhi Panggilan Inspektorat Daerah
Mutiara Pagi: Rakyat Menggugat (Bagian 1947)