JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Pratikno, dijadwalkan hadir dalam agenda besar di Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur pada Jumat, 6 Maret 2026.
Melansir informasi dari akun resmi ponpes.al_ittihad, kegiatan ini merangkai agenda buka puasa bersama dengan peresmian Gedung Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di lingkungan pesantren.
Kehadiran tokoh nasional dalam acara ini menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan berbasis agama.
Selain Menko PMK, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana, juga dipastikan hadir bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf.
"Pertemuan ini dirancang sebagai ruang silaturahmi strategis yang mempertemukan pemikiran, pengalaman, dan harapan untuk bangsa," dikutip media online nasional Journalnusantara.com.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittihad, KH Kamali Abdulgani, bertindak sebagai tuan rumah dalam momen yang mengusung semangat kebersamaan ini.
"Melalui peresmian SPPG dan dialog antar-tokoh tersebut, diharapkan terjalin komitmen kuat dalam merawat persatuan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia," tambahnya.
Lebih lanjut agenda ini menekankan bahwa setiap pertemuan yang bermakna hari ini merupakan langkah penting bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.
"Kolaborasi nyata antara ulama dan umara di Cianjur ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang hangat sekaligus penuh makna bagi kemajuan nasional," tukasnya.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Di Bawah Bayang-bayang Perang (Bagian 2139)
Kunjungi Desa Benjot, Bupati Cianjur Janjikan Pembangunan Fisik hingga Bantuan Sosial Spontan
Titik Nadir
Tragedi di Ladang Labu Siam: Saat Kemiskinan Berbenturan dengan Hukum
Tombo Ati Ramadhan: Menemukenali Rumus Tuhan Masa Depan
Wartawan Terhalang Saat Kunjungan Wakil Bupati Cianjur di SMAN 1, Ada Apa?
Mutiara Pagi: Doa (Bagian 2140)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Melatih Anak Berpuasa dan Strategi Membangunkan Sahur (Bagian 29)
Merepresentasi Konflik Global dalam Sastra Arab Kontemporer: Perspektif Literatur Arab Modern
Tetap Jaga Jarak