Tidak heran, masyarakat semakin muak dengan keberadaan apalagi kehadiran polisi di ruang publik. Kini, banyak warga yang tidak patuh bahkan melawan polisi jalanan (cek di banyak video warga). Bahkan saking geramnya, warga berbalik mengusir petugas yang bermaksud melakukan razia kendaraan.
Pertanyaannya sekarang, apakah kita masih membutuhkan polisi? Menurut hemat saya masih. Tapi polisi yang profesional. Di mana kehadiran mereka ditunggu dan dihormati warga. Warga tidak sungkan memberi sanjungan tinggi kepada polisi yang memang mau membantu bukan menipu. Jika tidak, ganti saja posisinya dengan Damkar.
Karena semua itu, masyarakat memiliki penilaian sendiri, siapa yang perlu dihormati dan mana yang ditakuti (dijauhi). Mana yang dianggap bermanfaat dan mana yang menyusahkan. Mana yang mau membantu dan mana yang bayaran. Mana yang dicintai dan dirindukan kehadirannya dan mana yang dibenci dan muak baru melihat seragamnya.
Artikel Terkait
Kang Lepi Kenang Almarhum Pak TMS Sebagai Pemimpin Hebat dan Visioner
Revisi KUHAP Harus Komprehensif (Bagian 1)
Kalimantan Memanggil, Strategi Revolusioner Transmigrasi Berkeadilan untuk Masa Depan Berkelanjutan
Mutiara Pagi: Kita adalah Pelangi (Bagian 1913)
Sibuk Merawat Fisik, Namun Jiwa Sekarat
Partai Lebah
Haruskah Diam atau Bereaksi ?
Seminar Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Cianjur, Dorong UMKM Naik Kelas dan Peduli Lingkungan
Mutiara Pagi: Kesederhanaan (Bagian 1914)
Kisah Kelam Eks Cakrabirawa yang Terjebak di Tengah G30S