Oleh: Supriyanto Martosuwito
Sejak penandatanganan kontrak pada 7 April 1967 di Departemen Pertambangan RI, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), perusahaan asal Amerika Serikat, mulai menggali berton-ton emas dari bumi Papua yang saat itu masih bernama Irian Barat.
Mereka beroperasi melalui anak perusahaannya, PT Freeport Indonesia (PTFI), berdasarkan izin dari rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Soeharto.
Konsesi tambang emas ini, selain menjadi upaya pemulihan ekonomi pasca-Orde Lama, juga merupakan bentuk balas jasa Jenderal Soeharto atas dukungan CIA dalam menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno.
Freeport-McMoRan, yang berkantor pusat di Phoenix, Arizona, mengelola tambang Grasberg di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Tambang ini adalah salah satu penghasil tembaga dan emas terbesar di dunia.
Produksi dan Nilai Emas
Berdasarkan berbagai sumber, total produksi emas oleh Freeport Indonesia diperkirakan sebagai berikut:
1967–1972: Sekitar 55 juta ons (±1.710 ton)
1990–2019: Sekitar 53 juta ons (±1.650 ton)
Tahun 2023: 1,97 juta ons (±61,3 ton), naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya
Dengan asumsi harga emas rata-rata Rp300.000 per gram:
Total Produksi: 55 juta ons × 31,1035 gram/ons = ±1.710.692.500 gram
Nilai Produksi: 1.710.692.500 gram × Rp300.000/gram = ±Rp513,2 triliun
Catatan: Ini adalah estimasi kasar dan tidak memperhitungkan fluktuasi harga emas dari waktu ke waktu.
Artikel Terkait
Tafakur dan Tasyakur di Hari Raya Iduladha 1446 H: Menyembelih Nafsu, Merawat Syukur
Pertemuan Bersahaja dengan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi
Mutiara Pagi: Banyak Mengeluh (Bagian 1865)
Mutiara Pagi: Dua Cahaya (Bagian 1866)
Menjadi Ibrahim di Abad 21: Menghidupkan Kembali Pesan Profetik Idul Adha
Berapa Jumlah Nabi dan Rasul yang Diutus ke Dunia?
Mutiara Pagi: Dari Titik Kecil (Bagian 1867)
Kecam Kekerasan terhadap Perempuan, Mahasiswa Tuntut Keadilan dan Perlindungan
FEBI UIN SGD Bandung Resmi Buka Prodi D-4 Manajemen Industri Halal, Siap Cetak Profesional Unggul
Tanah Airku