Setelah Jatah Amerika Berkurang

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 10 Juni 2025 | 20:00 WIB
Kondisi Pulau Gag di kawasan Raja Ampat Papua Barat yang beredar di linimasa X.
Kondisi Pulau Gag di kawasan Raja Ampat Papua Barat yang beredar di linimasa X.

Oleh: Supriyanto Martosuwito

Sejak penandatanganan kontrak pada 7 April 1967 di Departemen Pertambangan RI, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), perusahaan asal Amerika Serikat, mulai menggali berton-ton emas dari bumi Papua yang saat itu masih bernama Irian Barat.

Mereka beroperasi melalui anak perusahaannya, PT Freeport Indonesia (PTFI), berdasarkan izin dari rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Soeharto.

Konsesi tambang emas ini, selain menjadi upaya pemulihan ekonomi pasca-Orde Lama, juga merupakan bentuk balas jasa Jenderal Soeharto atas dukungan CIA dalam menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno.

Freeport-McMoRan, yang berkantor pusat di Phoenix, Arizona, mengelola tambang Grasberg di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Tambang ini adalah salah satu penghasil tembaga dan emas terbesar di dunia.

Produksi dan Nilai Emas

Berdasarkan berbagai sumber, total produksi emas oleh Freeport Indonesia diperkirakan sebagai berikut:

1967–1972: Sekitar 55 juta ons (±1.710 ton)

1990–2019: Sekitar 53 juta ons (±1.650 ton)

Tahun 2023: 1,97 juta ons (±61,3 ton), naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya

Dengan asumsi harga emas rata-rata Rp300.000 per gram:

Total Produksi: 55 juta ons × 31,1035 gram/ons = ±1.710.692.500 gram

Nilai Produksi: 1.710.692.500 gram × Rp300.000/gram = ±Rp513,2 triliun

Catatan: Ini adalah estimasi kasar dan tidak memperhitungkan fluktuasi harga emas dari waktu ke waktu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X