Pertemuan Bersahaja dengan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 8 Juni 2025 | 10:00 WIB
Ketua MUI Cholil Nafis bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi dan bertanya tentang visa furoda. (Instagram/@cholilnafis)
Ketua MUI Cholil Nafis bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi dan bertanya tentang visa furoda. (Instagram/@cholilnafis)

Oleh: KH Cholil Nafits

Pada 10 Dzulhijjah 1446 H hari pertama mabit di Mina saya mendapat undangan istimewa untuk bersilaturrahim bersama Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Undangan ini merupakan bagian dari kehormatan sebagai jemaah undangan khusus dari Penjaga Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Alu Su’ud.

Dalam suasana yang akrab dan hangat, kami berdiskusi ringan namun bermakna seputar pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Secara umum, penyelenggaraan haji kali ini terasa jauh lebih tertib dan nyaman dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Fasilitas yang disediakan pun lebih baik, lengkap, dan memudahkan jemaah dalam melaksanakan setiap rangkaian manasik.

Jumlah jemaah tahun ini juga tercatat lebih sedikit dibandingkan dengan haji 2024. Hal ini berdampak positif terhadap kelancaran arus pergerakan jemaah.

Terutama di lokasi-lokasi utama seperti Masjidil Haram dan masya’ir (Mina, Arafah, dan Muzdalifah). Penjagaan terhadap jemaah haji ilegal juga terlihat lebih ketat.

Hanya jemaah yang memiliki tasrih (izin resmi haji) yang diperkenankan masuk ke area masya’ir.

Saya sempat menyampaikan pertanyaan terkait visa Furoda yang tahun ini tidak keluar di Indonesia.

Menteri Haji menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan penataan sistem perhajian demi menciptakan pelaksanaan haji yang lebih tertib dan kondusif, meskipun tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak.

Terkait pembayaran Dam, saya menyampaikan apresiasi atas sistem baru yang resmi dan mudah, serta pelarangan bagi individu atau lembaga nonresmi dari negara manapun untuk mengelola dana Dam. Ini langkah tepat untuk menjaga ketertiban dan transparansi.

Saya juga memberikan saran agar ke depan, kuota haji dan kepastian visa dapat diumumkan lebih awal, idealnya sudah ada kejelasan sejak Ramadan, sehingga proses persiapan haji bisa dilakukan lebih baik dan tenang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X