Oleh: Dahlan Iskan
Anda mungkin sudah tahu: Dr. Rismon Sianipar diperiksa polisi karena pengungkapan forensiknya terkait ijazah Presiden Joko Widodo.
Tapi saya baru tahu, pemeriksaannya dilakukan oleh Direktorat Keamanan Negara Mabes Polri.
Bukan Direktorat Pidana Umum atau Khusus. Artinya, kasus ini mungkin bukan lagi sekadar soal keaslian ijazah, melainkan soal ancaman terhadap stabilitas negara.
Presiden adalah simbol negara. Jika kehormatan presiden jatuh, kehormatan negara ikut jatuh. Reputasi di panggung dunia bisa tergerus. Tafsir saya, bukan pendapat pribadi, kasus ini mengarah pada perlindungan simbol negara.
Kita ini Indonesia, bukan Korea Selatan. Dulu, kehormatan Bung Karno juga "diselamatkan" walau Angkatan ’66 gencar menuntutnya diadili. Bung Karno tidak dijatuhi vonis, tapi nama baiknya hancur.
Tuduhan kedekatan dengan PKI, kehidupan pribadi, dan lain-lain terus menyerang hingga wafatnya. Baru setelah itu, namanya perlahan pulih. Hingga Megawati menjadi presiden, Bung Karno pun direhabilitasi sebagai pahlawan nasional.
Hal yang sama terjadi pada Pak Harto. Reformasi menggulingkannya, nama baiknya runtuh, namun beliau tak pernah divonis. Setelah wafat, opini publik mulai melunak. Gambar beliau kembali muncul di belakang truk: “Masih enak zamanku, tho?”
Presiden Prabowo kini juga di posisi sulit. Seperti Soeharto atas Bung Karno. Seperti Gus Dur atas Pak Harto. Antara tuntutan publik dan keharusan menghormati pendahulu.
Kesimpulan saya: Akhiri polemik ijazah ini sekarang. Jangan lanjut ke pengadilan. Biarkan statusnya menggantung.
Waktu akan berbicara. Sejarah akan mencatat. Biarkan generasi 50 tahun ke depan menuliskannya dengan lebih jernih.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Dengan Kata (Bagian 1860)
Redi Supriadi Raih Dukungan Terbanyak, Resmi Jabat Ketua Karang Taruna Cipetir
Konspirasi Kebohongan
Esensi Berkurban Terhadap Hakikat Sifat Manusia
Ketika 'Visa Langit' Tertutup, Impian Haji Furoda Ratusan Juta Rupiah Pupus
Mutiara Pagi: Berguru pada Orang Gila (Bagian 1861)
Hasbiallah Ilyas Minta Kejagung Jaga Proporsionalitas dalam Tangani Kasus Korupsi
Mahasiswa UNPI Cianjur, Haidar Ali, Gagas Program “Obras Barabe”: Obrolan Santai Bareng Orang Hebat dari Berbagai Kalangan
Bupati Hadiri Rakor Antikorupsi dan Penandatanganan Nota Kesepakatan di Gedung Pakuan, Wabup Tinjau Operasi Pasar Murah
Korupsi Berjamaah APBD