Sudah menjadi kelaziman bagi seluruh muslim bahwa setiap bulan Zulhijah, bulan terakhir dalam kalender Hijriyah, terdapat hari-hari di mana umat Islam disunahkan (bahkan sebagian ulama mewajibkan bagi yang mampu) untuk melaksanakan ibadah kurban, yaitu menyembelih binatang yang telah memenuhi kriteria untuk dijadikan persembahan kepada Tuhan.
Jika ditelisik dari akar katanya, "kurban" berasal dari bahasa Arab, "qoruba," yang berarti mendekatkan diri. Dengan demikian, ibadah kurban adalah upaya seorang hamba untuk dapat lebih dekat dengan Tuhannya.
Hubungan kurban dengan pendekatan diri kepada Tuhan sebenarnya sangat mendalam dan luas maknanya.
Penyembelihan hewan yang diniatkan untuk ibadah kurban adalah sebuah simbol bahwa di dalam diri kita terdapat sifat-sifat yang perlu "disembelih".
Agar kita kembali menjadi manusia yang sebenarnya, seperti keangkuhan, kesombongan, merasa paling benar, kerakusan, iri dengki, dan berbagai sifat lain yang tertanam dalam diri yang perlu dihilangkan agar kita kembali menjadi manusia fitri.
Contohnya, keangkuhan yang hanya layak disandang oleh Tuhan karena ke-Maha-an-Nya, kesombongan yang menjadi sebab iblis dikutuk selamanya, serta merasa paling benar dan rakus yang lebih pantas disematkan kepada binatang. Itulah semua sifat yang harus "dikurbankan" dari diri manusia.
Di samping itu, melaksanakan kurban juga merupakan buah dari manifestasi cinta seorang hamba kepada Tuhannya.
Bagaimana mungkin seseorang mengaku cinta jika tidak ada kerelaan untuk berkorban demi yang dicintai?
Jalan seorang pencinta mengharuskan adanya kerelaan untuk menyerahkan kepemilikan kepada Yang dicintai, yaitu Tuhan Yang Maha Kasih.
Bagaimana kita dapat mengklaim cinta jika kita enggan untuk menyerahkan apa yang kita cintai kepada Sang Kekasih sejati, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa?
Oleh: Mualif, S. Kom. I
Artikel Terkait
Hari Lahir Pancasila : Momentum Menyegarkan Nilai Persatuan
Mutiara Pagi: Monolog (Bagian 1859)
Pelajar Bukan Produk Pabrik Juga Bukan Prajurit Perang
Fahmi Izzulhaq Ramadhan Terpilih Sebagai Ketua Karang Taruna Desa Cisalak Lewat Musyawarah Warga
Bangkitkan Jiwa Wirausaha! DEMA STAI Al-Azhary Gelar Seminar Interpreneur untuk Generasi Muda
Jabatan Diselewengkan, Mundur
Sampaikan Pesan Langsung Peringatan 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, HIMAT Ajak Kolaborasi Semua Pihak
Mutiara Pagi: Dengan Kata (Bagian 1860)
Redi Supriadi Raih Dukungan Terbanyak, Resmi Jabat Ketua Karang Taruna Cipetir
Konspirasi Kebohongan