Monolog, ruang untuk bertanya
Agar tidak mudah percaya begitu saja
Sehingga keraguan tidak jadi beban
Ada keyakinan dalam setiap keputusan
Monolog, cara untuk menghindari
Kesalahpahaman yang tidak diketahui
Agar diri sendiri bisa memahami
Betapa pentingnya sikap saling menghargai
Hati-hati dalam menyikapi masalah
Adalah cara menjaga kehormatan
Tidak sekadar menuduh orang lain bersalah
Kemudian bertindak secara serampangan
Tidak terjebak dalam dokrin kaku
Tapi kemampuan menemukan solusi baru
Menjaga hati agar tidak terbelenggu
Pada saat pikiran sedang buntu
Persepsi bukan untuk dikubur
Tapi dijaga dengan cara yang jujur
Guna menafsirkan dan memberi makna
Terhadap informasi yang kita terima
Informasi jangan ditelan bulat-bulat
Tapi disaring supaya lebih bermanfaat
Kalau sekadar melihat dan mendengar
Belum tentu dapat memahami dengan benar
Malang, 2 Juni 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Era Penampilan (Bagian 1856)
Sukmaji, Pensiunan PNS yang Menjerit Karena Diduga Jadi Korban Penipuan Kredit Fiktif
Mutiara Pagi: Kritik Boleh (Bagian 1857)
Partisipasi Publik dan Demokrasi
Mutiara Pagi: Tindakan Hari Ini (Bagian 1858)
Benci Penguasa, Bukan Benci Pribadi: Memahami Akar Ketidakpuasan
Masyarakat Sipil Cianjur Buka Posko Pengaduan Korban Kebijakan Pemkab
Pancasila vs Korupsi
100 Hari Wahyu–Ramzi: Sentuhan Rakyat, Asa Membangun, Perubahan Menggeliat di Cianjur
Hari Lahir Pancasila : Momentum Menyegarkan Nilai Persatuan