Oleh: MHW
Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, duet dr. Mohammad Wahyu Ferdian dan Ramzi langsung bergerak cepat mewujudkan janji perubahan mereka.
Kemenangan dengan 442.321 suara (41,44%) di Pilkada 2024, yang dikukuhkan Mahkamah Konstitusi, menjadi penanda awal pengabdian nyata bagi Wahyu–Ramzi.
Dalam 100 hari pertama kepemimpinan mereka, alih-alih hura-hura, kesederhanaan justru menjadi pesan utama. Wahyu–Ramzi ingin menunjukkan bahwa pemimpin hadir bukan untuk dirayakan berlebihan, melainkan untuk bekerja tulus melayani masyarakat Cianjur.
Efisiensi Anggaran Demi Pembangunan yang Menyentuh
Di tengah tantangan ekonomi, Pemkab Cianjur di bawah Wahyu–Ramzi mengambil langkah berani memangkas anggaran yang dianggap kurang berdampak langsung pada rakyat. Mobil dinas baru? Ditiadakan.
Bimtek dan studi banding yang berlebihan? Dipangkas. Dana hibah dan alat peraga yang kurang prioritas? Dialihkan. Hasilnya? Dana tersebut kini fokus untuk perbaikan jalan dan penambahan ruang kelas baru yang lebih mendesak.
Ramadhan Menyapa, Pemimpin Mendengar: Tarling dan Rembug Warga
Bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Wahyu–Ramzi untuk mempererat silaturahmi. Melalui program Tarawih Keliling (Tarling) dan Rembug Warga, mereka hadir langsung di 32 desa dari 32 kecamatan.
Bukan sekadar berkunjung, tapi benar-benar mendengarkan keluhan warga, menyampaikan program unggulan 25 juta per RT, berbuka puasa bersama, hingga salat berjamaah. Kedekatan pemimpin dengan denyut nadi rakyat terasa nyata.
Gorol: Gotong Royong Membangun Jalan, Merajut Hati
Terobosan yang paling terasa dampaknya adalah Gerakan Gotong Royong Lobaan (Gorol) untuk memperbaiki jalan rusak parah di berbagai wilayah. Hebatnya, Bupati Wahyu tak segan turun langsung, ikut mencangkul dan menyemangati warga. Jalanan berlumpur kini berubah menjadi simbol harapan yang nyata bagi masyarakat.
Infrastruktur Pendidikan: Jembatan Menuju Masa Depan Cianjur
Perhatian pada pendidikan dan infrastruktur vital juga menjadi prioritas. Perbaikan Jembatan Rawayan di Campaka, pembangunan ruang kelas baru di Cidaun, serta perbaikan sarana belajar yang terbengkalai mulai digarap. Ratusan ruas jalan, ruang kelas, dan MCK direncanakan dan mulai dibangun. Wahyu–Ramzi sadar betul, pendidikan adalah kunci kemajuan Cianjur.
Artikel Terkait
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MTS AL IKHWAN CIHEA 2025/2026: WUJUDKAN GENERASI UNGGUL BERAKHLAK MULIA
Santri dan Korupsi
Mutiara Pagi: Era Penampilan (Bagian 1856)
Sukmaji, Pensiunan PNS yang Menjerit Karena Diduga Jadi Korban Penipuan Kredit Fiktif
Mutiara Pagi: Kritik Boleh (Bagian 1857)
Partisipasi Publik dan Demokrasi
Mutiara Pagi: Tindakan Hari Ini (Bagian 1858)
Benci Penguasa, Bukan Benci Pribadi: Memahami Akar Ketidakpuasan
Masyarakat Sipil Cianjur Buka Posko Pengaduan Korban Kebijakan Pemkab
Pancasila vs Korupsi