Journalnusantara.com, Cianjur — Musyawarah warga yang digelar untuk memilih Ketua Karang Taruna Desa Cisalak Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur berlangsung dengan lancar dan demokratis, Minggu (1/6/2025)
Dalam proses pemungutan suara yang diikuti oleh perwakilan pemuda dan tokoh masyarakat desa, Fahmi Izzulhaq Ramadhan, berhasil meraih dukungan terbanyak dan resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna periode mendatang.
Tiga calon bersaing dalam pemilihan ini:
No 1: Gagan Sugandi – 6 suara
No 2: Fahmi Izzulhaq Ramadhan – 10 suara
No 3: M. Ryan Faisal – 0 suara
Dengan hasil tersebut, Fahmi unggul mutlak dan dipercaya untuk memimpin organisasi kepemudaan yang menjadi wadah pengembangan generasi muda di Desa Cisalak.
Dalam sambutannya setelah terpilih, Fahmi menyampaikan harapannya agar Karang Taruna bisa menjadi ruang aktif dan bermanfaat bagi para pemuda desa.
"Sebagai Ketua Karang Taruna terpilih, saya berharap Karang Taruna dapat menjadi wadah yang aktif dan bermanfaat bagi pemuda Desa Cisalak. Tempat kita belajar, berkarya, dan berkontribusi nyata untuk kemajuan desa," ujarnya.
Fahmi juga menekankan pentingnya membangun semangat kebersamaan, mendorong kreativitas, serta menyusun program-program yang menyentuh kebutuhan generasi muda, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun budaya.
"Dengan dukungan semua pihak, saya yakin kita bisa menjadikan Karang Taruna lebih solid, inovatif, dan berdampak. Mari bergerak bersama untuk masa depan Desa Cisalak yang lebih baik," tambahnya.
Pemilihan ini diharapkan menjadi awal baru bagi Karang Taruna Desa Cisalak dalam memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan yang positif bagi pembangunan desa.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Kritik Boleh (Bagian 1857)
Partisipasi Publik dan Demokrasi
Mutiara Pagi: Tindakan Hari Ini (Bagian 1858)
Benci Penguasa, Bukan Benci Pribadi: Memahami Akar Ketidakpuasan
Masyarakat Sipil Cianjur Buka Posko Pengaduan Korban Kebijakan Pemkab
Pancasila vs Korupsi
100 Hari Wahyu–Ramzi: Sentuhan Rakyat, Asa Membangun, Perubahan Menggeliat di Cianjur
Hari Lahir Pancasila : Momentum Menyegarkan Nilai Persatuan
Mutiara Pagi: Monolog (Bagian 1859)
Pelajar Bukan Produk Pabrik Juga Bukan Prajurit Perang