Menjaga Integritas MTQH Ke-48 Cianjur melalui Tertib Administrasi dan Akuntabilitas Anggaran

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:08 WIB
Menjaga integritas MTQH Ke-48 Cianjur. (FOTO: Ist)
Menjaga integritas MTQH Ke-48 Cianjur. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Kesuksesan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-48 tingkat Kabupaten Cianjur tidak hanya diukur dari meriahnya acara maupun prestasi para peserta yang berhasil meraih juara. Lebih dari itu, tertib administrasi dan pelaporan keuangan menjadi aspek penting yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh panitia pelaksana.

Hal tersebut ditegaskan Pengarah Panitia Pelaksana MTQH ke-48 Cianjur Mohamad Toha dalam rapat koordinasi persiapan MTQH ke-48, di Gedung Bale Praja. Menurut Toha, keberhasilan sebuah kegiatan yang menggunakan anggaran negara harus diimbangi dengan pertanggungjawaban yang baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seluruh pembiayaan MTQ ke-48 diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur. Oleh sebab itu, setiap penggunaan anggaran harus dilakukan secara cermat, terdokumentasi dengan baik, serta dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Mohamad Toha mengingatkan bahwa dana publik yang digunakan dalam kegiatan keagamaan tetap menjadi objek pemeriksaan dan audit oleh lembaga pengawas. Karena itu, seluruh panitia diimbau untuk memahami mekanisme pengelolaan keuangan sejak awal agar tidak terjadi kesalahan administratif yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Kita ingin penyelenggaraan MTQ ini sukses secara keseluruhan. Jangan sampai acaranya berjalan lancar dan meriah, tetapi pada akhirnya panitia justru menghadapi masalah karena kekeliruan dalam penyusunan laporan keuangan. Kesuksesan administrasi merupakan bagian dari profesionalisme penyelenggara," ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh unsur kepanitiaan harus bekerja secara tertib dan disiplin, mulai dari proses perencanaan anggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan akhir. Setiap pengeluaran harus memiliki bukti yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, kelalaian dalam aspek administrasi sering kali menjadi persoalan yang justru membayangi keberhasilan sebuah kegiatan. Oleh karena itu, panitia diminta tidak menganggap pelaporan sebagai pekerjaan pelengkap, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan rangkaian penyelenggaraan MTQH.

"Jangan sampai ada panitia yang harus menanggung beban pribadi karena kesalahan administrasi. Semua harus dipersiapkan dengan baik sejak awal, sehingga ketika kegiatan selesai, laporan juga selesai dan tidak menyisakan persoalan," katanya menambahkan.

Meski demikian, Mohammad Toha tetap optimistis terhadap kualitas penyelenggaraan MTQH ke-48 tahun ini. Sejauh ini, berbagai persiapan yang dilakukan oleh Kecamatan Pagelaran sebagai tuan rumah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, tokoh agama, hingga masyarakat, dinilai menjadi modal penting untuk menyukseskan ajang syiar Islam tersebut.

Semangat gotong royong dan komitmen bersama diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur'an, MTQ juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat serta menjadi sarana pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Ia berharap penyelenggaraan MTQH ke-48 dapat menjadi contoh pelaksanaan event keagamaan yang tidak hanya sukses dari sisi syiar dan prestasi, tetapi juga unggul dalam tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Dengan sinergi yang kuat antara seluruh pihak, MTQ ke-48 Kabupaten Cianjur diyakini akan menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam sekaligus membangun budaya kerja yang profesional di lingkungan penyelenggara kegiatan keagamaan.

Ke depan, keberhasilan tersebut diharapkan mampu mengantarkan Kabupaten Cianjur menjadi daerah percontohan dalam penyelenggaraan MTQ yang berkualitas, tertib administrasi, dan berintegritas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X