Baca Juga: Artificial Intelligence sebagai Malin Kundang Baru?
Ibrahim dan karakter demokratis
Ada satu catatan ringan tapi penting dari kepemimpinan Ibrahim adalah bahwa beliau selalu mendengarkan aspiarasi masyarakatnya. Hal ini terindikasi jelas ketika meminta opini anaknya menyikapi perintah Allah untuk menyembelihnya:
فلما بلغ معه السعي قال يابني اني اري في المنام اني اذبحك فانظر ماذا تري قال ياابت افعل ماتومر ستجديني ان شاء الله من الصابرين
“Maka ketika dia (Ismail) mencapai umur balig dia (Ibrahim) berkata: Wahai anakku, Sesungguhnya Aku bermimpi menyembelihmu, apa pendapatmu? Dia(Ismail) berkata: Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan kepadamu niscaya insya Allah engkau akan mendapatiku bersabar”.
Keinginan untuk mendengarkan, walaupun dari seorang anak remaja, dan berkenaan dengan urusan keyakinan, menjadikan Ibrahim menjadi “pemimpin” yang bijak. Tidaklah barangkali berlebihan jika saya memakai bahasa politik modern bahwa Ibrahim “master of democracy”?
Kepemimpinan itu Amanah
Kepemimpinan itu memang karunia, bukan sekedar kehormatan. Kepemimpinan adalah karunia amanah, kesempatan yang Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki untuk melakukan “pengabdian” kepadaNya melalui pelayanan publik. Dan karenanya pemimpin yang adil akan berada di posisi para nabi di hari Akhirat.
Kepemimpnan itu “karunia”, bahkan masuk dalam lingkaran “takdir”. Allahlah yang memberikan kepemimpinan kepada Ibrahim: أني جاعلك للناس اماما (sungguh Kami jadikan kamu (Wahai Ibrahim) sebagai pemimpin bagi manusia).
Al-Quran bahkan tegas menyampaikan:
قل اللهم مالك الملك تؤتي الملك من تشاء وتنزع الملك من تشاء
“Wahai Allah, Engkau memberikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendak”.
Manusia yang menyadari hakikat ini tidak akan berambisi buta dalam memperebutkan kepemimpinan. Tidak akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kepemimpinan. Tidak akan melakukan fitnah dan cara-cara busuk lainnya demi meraih kepemimpina itu.
Karena memang yakin Allahlah yang memberikannya kepada siapa yang dikehendakiNya. Di tanganNya tergenggam kekuasaan langit dan bumi: بيده الملك وهو علي كل شيء قدير
*Misi Kepemimpinan Ibrahim*
Misi kepemimpinan Ibrahim itu tersimpulkan dalam doa yang beliau dipanjatkan kepada Allah bagi negeri dan dan penduduknya:
واذقال ابراهيم رب اجعل هذا البلد امنا وارزق أهله من الثمرات من أمن منهم بالله واليوم الاخر قال ومن كفر امتعهقليلا ثم اضطره الي عذاب إنار وبئس المصير.
“Dan ingat ketika Ibrahim berdoa: wahai Tuhan kami jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan karuniakan kepada penduduknya buah-buahan bagi yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat. Dia (Allah) berfirman: tapi barang siapa yang ingkar maka Kami akan berikan kesenangan sejenak, lalu kami tarik mereka ke dalam api neraka, tempat kembali yang buruk”.
Artikel Terkait
Lima Destinasi Wisata Yang Bisa Dikunjungi Saat Liburan ke Pangandaran
Tingkatkan Kualitas SDM, Kunci Sukses Menuju Desa Wisata
Artificial Intelligence sebagai Malin Kundang Baru?
Puteri Indonesia Aceh 2023, Dwi Annisa Ramadhanty Bicara Pentingnya Donor Darah
Aktif Berkegiatan Sosial, Dewi Rachmawati Masuk Top 20 Miss Universe Indonesia Jawa Barat 2023
Desa WIsata Nglanggeran Terima Penghargaam dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO)
Puteri Indonesia 2023, Farhana Nariswari Kerap Jadi Sorotan Karena Hal Ini
Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Cianjur Terus Verifikasi Data Pemilih Yang Kemungkinan Telah Meninggal
KPU DKI Jakarta Tunggu Perbaikan Berkas Pencalegan Ganda Aldi Taher
Partai Hanura DPC Cianjur Dukung Penuh Putusan Mahkamah Konstirusi Terkait Sistem Proporsional Terbuka