Ada tiga hal penting yang menjadi misi utama kepemimpinan Ibrahim:
Pertama, Al-amnu (keamanan). Sebab dengan keamanan itu akan tercipta stabilitas). Dan hanya dengan stabilitas akan terbangun kemakmuran.
Kedua, al-Rizqu (rezeki). Dengan pembangunan yang ditopang oleh stabilitas tadi akan tercipta kesejahteraan umum.
Ketiga, al-adlu (keadilan). Tapi kesejahteraan yang benar hanya terjadi ketika terbangun di atas asas keadilan. Kesejahteraan yang berkeadilan itu menjadi misi terpenting dari kepemimpinan.
Kontekstualisasi kepemimpinan Ibrahim
Jika kepemimpinan Ibrahim AS kita kontekstualisasikan dalam kehidupan berbangsa kita, maka semua itu secara substantif tertuang dalam pasal-pasal di Falsafah negara kita, Pancasila.
Kedalaman spiritualitas yang terpatri dalam kepemimpin Ibrahim AS itu terwakili dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kesabarannya membangun etika dalam kepemimpinannya yang berkarakter Itu terwakili dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
Sosoknya sebagai “ummah qanita” merupakan simbolisasi dari Persatuan Kebangsaan kita.
Bahkan moral dan integritas kepemimpinannya itulah yang tertuang dalam sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Sementara misi kepemimpinannya untuk menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan umum tersimpulkan dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Doa Ibrahim untuk penduduk Mekah adalah bentuk “cinta negeri “(hubbub wathon). Dan karenanya nasionalisme, selama dimaksudkan untuk kepentingan umum dalam berbangsa dan bernegara adalah bagian dari spirit Islam.
Bersyukurlah kita bangsa Indonesia. Bangsa yang dalam sejarahnya tidak pernah terpisah dari nilai-nilai spiritualitas dan agama. Dan yang lebih khusus lagi, peranan agama dan ulama dari masa ke masa, dalam segala zaman dan situasi, tidak pernah dipandang sebelah mata.
Maka dalam merayakan pengorbanan Ibrahim, sekaligus kita bangun komitmen kepemimpinan yang berkarakter, berakhlakul karimah.
Kepemimpinan yang mengedepankan “Rahmah” (kasih sayang) kepada rakyat. Terlebih kepada mereka yang memang berada pada posisi yang termarjinalkan.
Artikel Terkait
Lima Destinasi Wisata Yang Bisa Dikunjungi Saat Liburan ke Pangandaran
Tingkatkan Kualitas SDM, Kunci Sukses Menuju Desa Wisata
Artificial Intelligence sebagai Malin Kundang Baru?
Puteri Indonesia Aceh 2023, Dwi Annisa Ramadhanty Bicara Pentingnya Donor Darah
Aktif Berkegiatan Sosial, Dewi Rachmawati Masuk Top 20 Miss Universe Indonesia Jawa Barat 2023
Desa WIsata Nglanggeran Terima Penghargaam dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO)
Puteri Indonesia 2023, Farhana Nariswari Kerap Jadi Sorotan Karena Hal Ini
Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Cianjur Terus Verifikasi Data Pemilih Yang Kemungkinan Telah Meninggal
KPU DKI Jakarta Tunggu Perbaikan Berkas Pencalegan Ganda Aldi Taher
Partai Hanura DPC Cianjur Dukung Penuh Putusan Mahkamah Konstirusi Terkait Sistem Proporsional Terbuka