Pepeling Diri: Hanya Ada Dua Pilihan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 9 September 2025 | 17:00 WIB
Sesuai nama diberikan, dunia gugus terbuka adalah gugus bintang di alam semesta yang berisikan ratusan hingga ribuan kelompok bintang yang sudah berusia tua (Pixabay/Wikilmages)
Sesuai nama diberikan, dunia gugus terbuka adalah gugus bintang di alam semesta yang berisikan ratusan hingga ribuan kelompok bintang yang sudah berusia tua (Pixabay/Wikilmages)

Hidup pada dasarnya selalu menawarkan dua pilihan: sibuk dalam ketaatan atau tenggelam dalam kelalaian. Jika kita tidak mengisinya dengan amal shalih, maka waktu akan dihabiskan oleh hal-hal sia-sia.

Karena itu, setiap hari harus diberi makna, agar langkah kita tidak hanya hanyut terbawa arus kehidupan yang kerap menyeret ke bawah.

Tanpa target dan tujuan, manusia ibarat air yang mengalir tanpa kendali, mencari jalan termudah dan akhirnya jatuh ke tempat paling rendah.

Padahal, kehidupan tidak sekadar tentang berjalan mengikuti arus. Kita diberi akal dan hati agar mampu memilih jalan yang benar, yaitu jalan menuju Allah ﷻ.

Pertanyaannya, apakah kita rela terus mengalir ke bawah, atau justru berusaha naik, mendekat, dan memperkuat hubungan dengan-Nya?

Amal shalih, ibadah, dan kebaikan adalah bekal yang membuat hidup lebih bermakna. Dengan itu, kita tidak sekadar hidup, tetapi juga memberi manfaat.

Kesibukan dalam ketaatan akan menjaga kita dari kelalaian, sementara kelalaian hanya akan menjerumuskan ke jurang yang dalam.

Karena itu, mari kita kuatkan tekad, tetap semangat, dan tidak berhenti berusaha memperbaiki diri. Semoga setiap langkah mendapat bimbingan Allah ﷻ. Sebagaimana doa para ulama:

والله الموفق الى أقوم الطريق
“Dan Allah-lah yang memberi taufik ke jalan yang paling lurus.”

Bagi sahabat yang ingin memperdalam ilmu agama, STAINU Kampus HAROKAH hadir sebagai wadah pendidikan dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Insya Allah membawa keberkahan.

Pilihan jurusan:

Hukum Ekonomi Syariah

Pendidikan Agama Islam

Artikel Selanjutnya

Mengapa Rakyat Turun ke Jalan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X