Kritisisme, Basirah, dan Seni Mendeteksi Zaman

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi Jam (Meta AI)
Ilustrasi Jam (Meta AI)

Bagaimana mengubah puitika ini menjadi praktik?

Jadwalkan muraqabah (kesadaran kehadiran Allah) dan muhasabah harian ala Umar.

Bangun komunitas tabayyun yang memverifikasi kabar dan data.

Latih scenario planning, apa jika gagal, apa jika berhasil, apa mitigasinya.

Bangun majlis ilmu lintas disiplin, agama, sains, ekonomi, kebudayaan, agar pandangan kita luas sekaligus dalam.

Terapkan shura untuk keputusan publik, dan amanah profesional untuk eksekusi.

Jadikan adab perbedaan ala Imam Syafi‘i sebagai SOP dialog. Dan di atas semua itu, didik diri untuk istiqamah tidak tersengat lubang yang sama dua kali.

Akhirnya, ketajaman elang bukan untuk memangsa, tetapi untuk menjaga. Bukan untuk berbangga, melainkan untuk berkhidmat.

Ketika basirah telah menyatu dengan akhlak, kita bukan lagi korban arus zaman, kita menjadi pembawa obor yang menunjukkan arah.

*Doa Penutup*

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا بَصِيرَةً تَنْفُذُ إِلَى الْحَقَائِقِ، وَعَقْلًا يَزِنُ الْأُمُورَ بِالْقِسْطِ، وَقَلْبًا يَهْتَدِي بِنُورِكَ فِي ظُلُمَاتِ الْفِتَنِ.
اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْمًا وَحِلْمًا وَحِكْمَةً.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا شُهَدَاءَ لِلْحَقِّ، أُمَنَاءَ عَلَى الْعِلْمِ، لَا نُخْدَعُ وَلَا نَخْدَعُ، وَلَا نَكُونُ أَدَوَاتٍ لِأَهْوَاءِ النَّاسِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِلتَّبَيُّنِ وَالتَّثَبُّتِ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا وَأَهْلَنَا مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ وَضَرَرٍ، وَاجْمَعْنَا عَلَى الْخَيْرِ وَالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ.

“Ya Allah, anugerahkan kepada kami basirah yang menembus hakikat, akal yang menimbang urusan dengan adil, dan hati yang mendapat petunjuk cahaya-Mu di kegelapan fitnah. Ya Allah, ajarkan kami apa yang bermanfaat, manfaatkan kami dengan apa yang Engkau ajarkan, dan tambahkan kepada kami ilmu, kelapangan jiwa, dan hikmah. Ya Allah, jadikan kami saksi-saksi bagi kebenaran dan penjaga amanah ilmu; tidak mudah diperdaya dan tidak memperdaya; tidak menjadi alat bagi hawa nafsu manusia. Ya Allah, bimbing kami dalam tabayyun dan keteguhan, lindungi negeri dan keluarga kami dari segala fitnah dan mudarat, serta satukan kami dalam kebaikan, keadilan, dan ihsan.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X