Rajawali yang Tumbuh di Kandang Itik

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 3 Juli 2025 | 17:34 WIB
Patung Rajawali di kabupaten termiskin Jawa Barat  (instagram/@indramayuinfo)
Patung Rajawali di kabupaten termiskin Jawa Barat (instagram/@indramayuinfo)

Di sebuah desa yang dikelilingi sawah dan kabut pagi, seorang petani tua menemukan telur besar.

Tak tahu asalnya, ia meletakkannya di kandang itik bersama telur-telur lain.

Beberapa pekan berlalu. Menetaslah seekor anak rajawali namun ia tumbuh di tengah anak-anak itik.

Ia belajar menyusuri lumpur, mengepakkan sayap hanya untuk menggoyang air, dan menunduk saat hujan turun.

Ia tidak tahu bahwa langit adalah rumahnya.

Hari-harinya berlalu dalam kerendahan, bukan karena ia rendah, tapi karena ia lupa bahwa ia tinggi.

Hingga suatu senja, datang seorang musafir berjubah debu. Ia melihat sosok gagah itu merunduk di antara kawanan itik.

Musafir itu mendekat dan berbisik,
“Engkau bukan bagian dari tanah ini, wahai putra angin. Kenapa kau menatap lumpur, padahal langit memanggil namamu?”

Rajawali itu menatapnya kosong. Ia tak mengerti. Ia diajari berenang di sawah, bukan membelah angkasa. Ia diajari takut, bukan percaya.

Musafir itu tersenyum dan menggendongnya ke puncak bukit. Di sana, angin mengalir lebih jernih dan matahari jatuh ke dada bumi.

Ia berkata, “Sayapmu bukan untuk menyibak air, tapi membelah awan. Terbanglah. Jangan dustakan fitrah yang ditanam Tuhan dalam dadamu.”

Rajawali itu gemetar. Tapi ketika angin menyentuh bulunya dan cahaya fajar menari di matanya, ia merasa ada yang bangkit dalam dirinya. Bukan keberanian tapi ingatan.

Ia mengepak. Sekali. Dua kali. Lalu… ia pun terbang.

Renungan:
Sebagian dari kita adalah rajawali yang lupa asalnya. Ruh kita dari langit—tapi kita berenang di sawah dunia, takut pada hujan ujian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X