Iran dan Hal-hal yang Membuat Kita Tercengang

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 1 Juli 2025 | 10:00 WIB
Gelagat Iran Selama 12 Hari Perangi Israel Tak Kerahkan Pesawat Bikin Curiga, Padahal Punya Ratusan Jet Tempur
Gelagat Iran Selama 12 Hari Perangi Israel Tak Kerahkan Pesawat Bikin Curiga, Padahal Punya Ratusan Jet Tempur

Oleh: Asrul Sani Abu (Ketua Bidang Hubungan Internasional APINDO Sulsel | Alumni Lemhannas)

Kemarin, di tengah panasnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel, saya tergerak untuk menghubungi seorang sahabat lama, Pak Haji Mustofa.

Beliau adalah seorang qari internasional yang pernah menjuarai MTQ tingkat dunia di Iran dan juga pernah bertugas di Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta.

Pria berpenampilan tegas, berperawakan seperti tentara, namun murah senyum dan bersahaja ini memiliki suara yang mampu mengguncang hati saat melantunkan ayat-ayat suci. Bacaan Al-Qur’annya membawa jiwa, bukan sekadar suara.

Saat saya menelepon, suaranya tetap sehangat dulu.

“Alhamdulillah sehat, Bapak Asrul Sani. Dunia boleh gaduh, tapi hati kita harus tetap lapang.”

Percakapan kami mengalir deras, seperti sungai yang kembali menemukan muaranya. Kami berbincang tentang Iran—negeri yang kini menjadi sorotan dunia, namun justru makin memperlihatkan jati diri dan keteguhannya di tengah tekanan.

“Banyak orang salah menilai Iran. Mereka kira itu negeri miskin yang keras kepala. Padahal, Iran adalah peradaban agung. Negeri yang tahu siapa dirinya,” ujar Pak Haji Mustofa.

Saya tertegun. Dari obrolan kami, saya menyusun kembali potongan-potongan fakta yang jarang diketahui banyak orang Indonesia.

1. Pemimpin Ulama vs Presiden Pengusaha

Iran dipimpin oleh Rahbar, ulama tertinggi yang dipilih oleh Dewan Ahli, bukan oleh partai atau pemilik modal. Presiden hanya menjalankan pemerintahan harian.

Bandingkan dengan Amerika, di mana pemimpin sering kali berasal dari kalangan pengusaha besar yang terpilih melalui kampanye miliaran dolar. Kebijakan sering ditentukan oleh kekuatan dana, bukan kebijaksanaan.

2. Embargo Menguatkan vs Globalisasi Melemahkan

Iran hidup di bawah embargo ketat, tapi justru dari tekanan itu mereka bangkit: mengembangkan teknologi sendiri, memproduksi vaksin, menguasai sistem pertahanan siber, hingga membuat drone tempur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X