Semoga kita sadar, bahwa kebangkitan bukan milik satu bangsa saja. Ia milik siapa saja yang mau bersungguh-sungguh membangun dengan hati, pikiran, dan tangan sendiri.
Semoga kita sadar, bahwa kebangkitan bukan milik satu bangsa saja. Ia milik siapa saja yang mau bersungguh-sungguh membangun dengan hati, pikiran, dan tangan sendiri.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Arogansi (Bagian 1885)
Peringati Hari Koperasi Nasional, Kopdes Sukasari Karangtengah Siapkan Doorprize dan Genjot Sosialisasi
Pernahkah kamu merasa bersalah saat beristirahat? Atau merasa gagal hanya karena tidak produktif seharian?
Menghadapi Tantangan Pluralisme di Era Digital
Mutiara Pagi: Membuang Prasangka (Bagian 1886)
Membangun Masa Depan: Pelantikan DEMA dan SEMA STISNU Cianjur Berintegritas sebagai Arsitek Perubahan
Hijrah dari Kemiskinan
Mutiara Pagi: Secepat Angin (Bagian 1887)
Kontemplatif: Stimulatif Belajar Guna Mencetak Karakter Seseorang yang 'Berdaya dan Digdaya
Mutiara Pagi: Bumi Tak Angkuh (Bagian 1888)