Secepat angin berbalik arah
Semua bisa kembali ke tanah
Mari belajar dari mereka
Setelah kembali ke asal mula
Ujian paling berat
Bukan saat seseorang jatuh
Tapi ketika merasa hebat
Sementara pikiran rapuh
Merasa di atas angin
Kesombongan terus dijalankan
Sehingga memperlakukan orang lain
Dengan sikap yang sangat arogan
Nurani jadi hilang
Saat dicium angin prestasi
Akibatnya menilai seseorang
Seperti tidak berharga lagi
Gemar menepuk dada
Sambil membesarkan ego
Sehingga selalu merasa
Dirinya yang paling jago
Secepat angin bertiup kencang
Pergi lalu menghilang
Begitulah realita kehidupan
Akan selalu dipergantikan
Malang, 30 Juni 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
No Viral No Justice : Ketika Keadilan Bergantung Pada Warganet
Jalanan Bukan Rumah: Anak-anak Terlantar yang Kita Lupakan
Anak Muda, Ekonomi Digital, dan Tantangan Demokrasi di Era AI
Mutiara Pagi: Arogansi (Bagian 1885)
Peringati Hari Koperasi Nasional, Kopdes Sukasari Karangtengah Siapkan Doorprize dan Genjot Sosialisasi
Pernahkah kamu merasa bersalah saat beristirahat? Atau merasa gagal hanya karena tidak produktif seharian?
Menghadapi Tantangan Pluralisme di Era Digital
Mutiara Pagi: Membuang Prasangka (Bagian 1886)
Membangun Masa Depan: Pelantikan DEMA STISNU Cianjur Berintegritas sebagai Arsitek Perubahan
Hijrah dari Kemiskinan