Keluhan Warga soal Pengelolaan Lapang: "SK Sudah Turun, tapi Pengurus Malah Diam"

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 2 Juli 2025 | 07:38 WIB

Journalnusantara.com, Cianjur - Sejak bergantinya kepengurusan Lapang Banteng di Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, banyak warga mengeluhkan kondisi lapangan yang dinilai tak lagi terurus.

Meskipun Surat Keputusan (SK) resmi dari pemerintah desa sudah diterbitkan, pengelolaan lapang justru terlihat terbengkalai.

Lapang Banteng yang terletak di Kampung Babakan RT001/RW003 ini dulunya menjadi pusat aktivitas masyarakat baik untuk olahraga, kegiatan sosial, maupun sekadar tempat bersantai.

Namun kini, kondisi lapangan terlihat memprihatinkan: rumput tumbuh liar, area jogging track rusak, dan banyak sampah berserakan. Bahkan lahan parkir yang dulu tertata kini dipenuhi ilalang.

Sejumlah warga dan pedagang yang biasa beraktivitas di sekitar lapangan menyampaikan kekecewaannya. Salah satu pedagang yang menjadi delegasi dalam sebuah konfrontasi dengan petugas kebersihan setempat mengungkapkan:

"Ini bukan bentuk protes dari kami pedagang yang mangkal di sini. Tapi setiap kali ada acara, kami diminta iuran kebersihan untuk pengelolaan lapang. Sayangnya, pengurus tidak menjalankan tugas sesuai tupoksi. Tidak ada transparansi dan dampaknya pun tidak terasa," ujarnya.

Keluhan serupa juga datang dari seorang warga yang turut serta dalam kegiatan bersih-bersih lapangan. Ia menyayangkan kondisi lapang yang jauh berbeda dibanding saat dikelola oleh pengurus sebelumnya.

"Beberapa tahun lalu, waktu dikelola oleh tuan rumah sebelumnya, kondisi lapang jauh lebih tertata. Sekarang sangat memprihatinkan. Kepengurusan baru sepertinya kurang memperhatikan kebersihan dan kerapihan," jelasnya.

Di sela perbincangan antara warga dan pedagang yang sedang membersihkan area, seorang perwakilan organisasi kepemudaan RT setempat menyampaikan kritik tajam terhadap pengurus baru:

"Semua orang boleh singgah di sini, tapi kepengurusan harus diingatkan. Jangan hanya datang saat ada acara lalu menarik iuran, tapi tak ada pertanggungjawaban. Lapang ini bukan bursa uang untuk orang-orang yang hanya mau keuntungan pribadi," tegasnya.

Warga berharap, dengan adanya sorotan dan keluhan ini, pihak terkait dapat segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki pengelolaan Lapang Banteng agar kembali menjadi ruang publik yang nyaman, bersih, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Artikel Selanjutnya

Hijrah dari Kemiskinan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X