Di akar rumput, khidmah beliau bermanifestasi dalam bentuk dakwah yang sejuk dan menyentuh. Metode dakwah konvensional dan pengajian-pengajian yang beliau asuh selalu dipadati ratusan hingga ribuan jemaah Nahdliyin.
Beliau mendidik umat agar memegang teguh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah di tengah gempuran ideologi transnasional maupun modernisme radikal.
5. Pengabdian Tanpa Batas Meski dalam Kondisi Sakit
Bentuk khidmah paling nyata terlihat pada dedikasi beliau jelang akhir hayatnya. Di tengah perjuangan medis melawan penyakit yang dideritanya, Kiai Adib selalu menyempatkan diri untuk memikirkan urusan pesantren, santri, serta agenda-agenda penting organisasi.
Catatan: KH. Adib Rofi’uddin Izza wafat pada hari Senin, 1 Juni 2026 pukul 09.15 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.
Kepergian beliau meninggalkan duka yang teramat mendalam bagi struktur PBNU, jutaan warga Nahdliyin, serta dunia pesantren di Indonesia yang kehilangan salah satu pilar keteladanan dan kearifannya. Lahu Al-Fatihah
Artikel Terkait
KAI Cianjur Tegaskan Wajah Pengabdian Advokat di HUT Ke-18
Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)
Bisa Education Sukses Antarkan Tujuh Siswa Lolos ke Perguruan Tinggi Negeri
Pelantikan Raya PMII IAI Al-Azhary: Satukan Komisariat dan Rayon, Kobarkan Semangat Revitalisasi Kaderisasi
Kurnia Resto Hadirkan Promo Spesial Hari Lahir Pancasila, Diskon Menu Paket Mulai Rp 20.000
Menakar Efisiensi Anggaran Daerah Cianjur di Balik Rehabilitasi Rumah Dinas Kejaksaan
Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)
Lima Sila sebagai Lima Luka
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Pancasila Cianjur Tanam 1.000 Bibit Pohon di Cugenang
Korupsi Musuh Pancasila