Ikatan Santri Mahasiswa NU Dukung Penuh Penunjukan KH Zulfa Mustofa sebagai Ketua Umum PBNU

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 11 Desember 2025 | 06:26 WIB
Koordinator Pusat (Korpus) ISIMNU, Abdul Rohman
Koordinator Pusat (Korpus) ISIMNU, Abdul Rohman

JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA – Ikatan Santri Mahasiswa Nahdlatul Ulama (ISIMNU) menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan KH. Zulfa Mustofa sebagai Ketua Umum ad interim (penjabat sementara) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini diambil melalui Rapat Pleno yang dipimpin oleh Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar di Hotel Sultan, Jakarta.

Koordinator Pusat (Korpus) ISIMNU, Abdul Rohman, menegaskan bahwa langkah strategis yang diambil dalam pleno tersebut sudah tepat dan harus diikuti oleh seluruh warga Nahdliyin.

“Keputusan yang dinakhodai oleh Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, bersama pengurus PBNU yang lain, sudah betul dan sangat arif untuk kita ikuti selaku warga Nahdliyin, karena semua unsur dan semua elemen ada pada pleno yang dilaksanakan,” ujar Abdul Rohman dalam keterangan persnya pada Kamis (11/12/2025).

Abdul Rohman menjelaskan, ISIMNU melihat penunjukan KH. Zulfa Mustofa sebagai upaya menjaga keberlangsungan roda organisasi PBNU di tengah dinamika internal.

“PBNU adalah rumah besar umat, dan mahasiswa NU memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan rumah ini tetap teduh. Kami percaya KH. Zulfa Mustofa mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjalankan sisa roda kepemimpinan dengan visioner dan terukur, serta mengembalikan marwah Nahdlatul Ulama sesuai dengan khittah,” tegasnya.

Seruan Rekonsiliasi

Lebih lanjut, ISIMNU berharap agar kepemimpinan PBNU di bawah KH. Zulfa Mustofa segera memperkuat langkah rekonsiliasi di antara seluruh elemen organisasi, baik struktural maupun kultural. Menurut Abdul Rohman, rekonsiliasi merupakan kunci untuk menjaga marwah, mengutamakan musyawarah, dan merawat tradisi jam'iyah yang menjunjung tinggi persatuan.

“Rekonsiliasi bukan hanya kebutuhan, tetapi keharusan. Mahasiswa NU menyerukan agar semua pihak mengedepankan silaturahmi dan musyawarah. Kami percaya, dengan rekonsiliasi yang tulus, PBNU dapat kembali memperkuat konsolidasi dan fokus pada pengabdian kepada umat,” serunya.

ISIMNU juga menyatakan kesiapan untuk berkhidmat dan mendukung seluruh agenda positif PBNU. Organisasi ini berkomitmen untuk menjadi jembatan komunikasi antara santri, mahasiswa, serta elemen muda Nahdlatul Ulama lainnya.

“Dukungan ini merupakan bentuk loyalitas mahasiswa NU terhadap kepemimpinan ulama, sekaligus komitmen menjaga keharmonisan organisasi terbesar di Indonesia tersebut,” tambahnya.

Mengakhiri keterangannya, Abdul Rohman berharap agar seluruh jajaran kepengurusan NU, mulai dari tingkatan pusat, wilayah, daerah, hingga ranting, dapat menerima keputusan ini dengan sepenuh hati.

“ISIMNU berharap semua jajaran kepengurusan dapat menerima dengan sepenuh hati serta tunduk dan patuh kepada keputusan tertinggi yang dipimpin oleh Rais Aam Syuriah PBNU KH. Miftachul Akhyar, demi Nahdlatul Ulama yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X