JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA – Ikatan Santri Mahasiswa Nahdlatul Ulama (ISIMNU) menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan KH. Zulfa Mustofa sebagai Ketua Umum ad interim (penjabat sementara) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini diambil melalui Rapat Pleno yang dipimpin oleh Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar di Hotel Sultan, Jakarta.
Koordinator Pusat (Korpus) ISIMNU, Abdul Rohman, menegaskan bahwa langkah strategis yang diambil dalam pleno tersebut sudah tepat dan harus diikuti oleh seluruh warga Nahdliyin.
“Keputusan yang dinakhodai oleh Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, bersama pengurus PBNU yang lain, sudah betul dan sangat arif untuk kita ikuti selaku warga Nahdliyin, karena semua unsur dan semua elemen ada pada pleno yang dilaksanakan,” ujar Abdul Rohman dalam keterangan persnya pada Kamis (11/12/2025).
Abdul Rohman menjelaskan, ISIMNU melihat penunjukan KH. Zulfa Mustofa sebagai upaya menjaga keberlangsungan roda organisasi PBNU di tengah dinamika internal.
“PBNU adalah rumah besar umat, dan mahasiswa NU memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan rumah ini tetap teduh. Kami percaya KH. Zulfa Mustofa mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjalankan sisa roda kepemimpinan dengan visioner dan terukur, serta mengembalikan marwah Nahdlatul Ulama sesuai dengan khittah,” tegasnya.
Seruan Rekonsiliasi
Lebih lanjut, ISIMNU berharap agar kepemimpinan PBNU di bawah KH. Zulfa Mustofa segera memperkuat langkah rekonsiliasi di antara seluruh elemen organisasi, baik struktural maupun kultural. Menurut Abdul Rohman, rekonsiliasi merupakan kunci untuk menjaga marwah, mengutamakan musyawarah, dan merawat tradisi jam'iyah yang menjunjung tinggi persatuan.
“Rekonsiliasi bukan hanya kebutuhan, tetapi keharusan. Mahasiswa NU menyerukan agar semua pihak mengedepankan silaturahmi dan musyawarah. Kami percaya, dengan rekonsiliasi yang tulus, PBNU dapat kembali memperkuat konsolidasi dan fokus pada pengabdian kepada umat,” serunya.
ISIMNU juga menyatakan kesiapan untuk berkhidmat dan mendukung seluruh agenda positif PBNU. Organisasi ini berkomitmen untuk menjadi jembatan komunikasi antara santri, mahasiswa, serta elemen muda Nahdlatul Ulama lainnya.
“Dukungan ini merupakan bentuk loyalitas mahasiswa NU terhadap kepemimpinan ulama, sekaligus komitmen menjaga keharmonisan organisasi terbesar di Indonesia tersebut,” tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Abdul Rohman berharap agar seluruh jajaran kepengurusan NU, mulai dari tingkatan pusat, wilayah, daerah, hingga ranting, dapat menerima keputusan ini dengan sepenuh hati.
“ISIMNU berharap semua jajaran kepengurusan dapat menerima dengan sepenuh hati serta tunduk dan patuh kepada keputusan tertinggi yang dipimpin oleh Rais Aam Syuriah PBNU KH. Miftachul Akhyar, demi Nahdlatul Ulama yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Rumah Tangga Tidak akan Haronis jika Istri Nusyud Terhadap Suami
Adab Hubungan Seksual Suami Istri Menurut Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali
Dana Darurat Cianjur Dipangkas 58 Persen, Poslogis: Salah Hitung atau Salah Hati?
Terkait Dugaan Pemotongan BLTS di Cianjur, Anggota DPRD Lakukan Investigasi di Lapangan
Gempa Bumi Mengguncang Pesisir Timur Hokkaido dengan Skala 7,6, Begini Penjelasan BMKG
Mutiara Pagi: Kupilih untuk Percaya (Bagian 2054)
KPMNU Dukung Penuh Penetapan KH. Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU
Ekoteologi, Mengatasi Krisis Iklim Sebagai Panggilan Spiritual
Bupati Aceh Selatan di Berhentikan, Begini Alasan Kemendagri
Ujung Zulfa, Ketika Konflik NU Diselesaikan Lewat Penjabat Ketua Umum