Gempa Bumi Mengguncang Pesisir Timur Hokkaido dengan Skala 7,6, Begini Penjelasan BMKG

photo author
Deni Wijaya, Journal Nusantara
- Rabu, 10 Desember 2025 | 04:41 WIB
Titik gempa Jepang. Foto: Istimewa
Titik gempa Jepang. Foto: Istimewa

JournalNusantara.com - Jepang merupakan negara yang berada di zona gempa, dalam pemerintahannya Jepang terus memperkuat sistem mitigasi bencana untuk melindungi warganya.

Jepang juga terletak dalam posisi geografis yang dikepung lempeng tektonik aktif, sehingga pemerintah menjadikan kesiapsiagaan sebagai prioritas nasional.

Gempa bumi yang mengguncang Jepang tepatnya di wilayah Pesisir Timur Hokkaido, berguncang hebat berkekuatan M 7,6 pada Senin (8/12/2025) pukul 21:15:06 WIB.

Baca Juga: Terkait Dugaan Pemotongan BLTS di Cianjur, Anggota DPRD Lakukan Investigasi di Lapangan

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 41.02° LU; 142.08° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 72 Km arah timur laut Hachinohe, Jepang pada kedalaman 37 km.

"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault)," jelas Daryono dalam keterangan resmi, Senin malam (8/12/2025).

"Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Adab Hubungan Seksual Suami Istri Menurut Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali

Karena itu, Daryono mengimbau masyarakat pesisir di wilayah Indonesia agar tetap tenang.

"Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempa bumi ini dan segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat," ucapnya.

"Hingga 08 Desember 2025 pukul 21.50 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan terdapat satu gempa bumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M5,5," tambah Daryono.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Deni Wijaya

Tags

Rekomendasi

Terkini

X