Haji, Suara Hati dan Izin Ilahi Menuju Baitullah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 14 November 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi, kuota haji murni Kota Banjar untuk tahun 2026/1447 H, dengan sistem baru ini, hanya berjumlah 10 orang.*
Ilustrasi, kuota haji murni Kota Banjar untuk tahun 2026/1447 H, dengan sistem baru ini, hanya berjumlah 10 orang.*

Journalnusantara.com - Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan bagi setiap Muslim yang mampu, baik secara finansial maupun fisik. Perjalanan suci ke Tanah Suci, Mekkah, ini seringkali disebut sebagai "panggilan haji", sebuah istilah yang melampaui kemampuan materi semata, melainkan merujuk pada izin dan kehendak Ilahi. Banyak orang beranggapan, haji bukan sekadar siapa yang mampu secara uang, tetapi siapa yang benar-benar dipanggil oleh Allah Swt.

Antusiasme untuk menunaikan ibadah haji begitu besar di Indonesia, tercermin dari daftar tunggu yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai puluhan tahun di beberapa daerah. Fenomena ini menunjukkan betapa mendalamnya kerinduan umat untuk melaksanakan thawaf di Ka’bah, berwuquf di Padang Arafah, hingga melempar jumrah di Mina, menyempurnakan syarat dan rukun haji.

Sering terdengar ungkapan bahwa haji itu murni panggilan Allah, seolah-olah mengesankan orang yang belum berhaji belum mendapat "undangan" spesial. Namun, pandangan ini perlu diluruskan. Setiap Muslim sebenarnya dipanggil untuk berhaji melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah saw. Inti dari "panggilan" ini terletak pada respon dan keinginan kuat dari seorang hamba yang kemudian diwujudkan melalui niat, usaha, doa, serta manifestasi kesiapan lahir dan batin.

Pada akhirnya, kesuksesan seorang Muslim dalam menunaikan haji, dari proses pendaftaran hingga keberangkatan, adalah atas izin Allah. Haji yang mabrur menjadi dambaan setiap jemaah. Dikutip dari salah satu lirik lagu populer bertema haji, "Terdengar suara panggilan bergema. Tiba masanya kini. Wukuflah di A'rofah," hal ini menyiratkan betapa emosionalnya momen ketika seorang hamba akhirnya bisa memenuhi seruan untuk bersujud di Baitullah, mengakhiri perjalanan panjang menuju kesempurnaan iman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X