Manfaat Buku

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 12 November 2025 | 13:00 WIB
Iklan Buku Bung Tomo (Kolpri Bandung Mawardi)
Iklan Buku Bung Tomo (Kolpri Bandung Mawardi)

Oleh: Yudi Latif

Buku "Apa Jadinya Dunia tanpa Indonesia?" dipersembahkan bagi siapa pun yang terpanggil untuk memahami sejarah panjang kealaman, kemanusiaan, dan peradaban Nusantara sebagai taman sari dunia dan akar jati diri bangsa. Ia menyapa pembaca umum, pelajar, dan mahasiswa, sekaligus relevan dalam konteks nation building, diklat kepemimpinan, pendidikan bela negara, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Selama ini, wawasan kebangsaan cenderung ditempatkan dalam bingkai ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Buku ini hadir untuk menawarkan perspektif berbeda: bahwa seluruh disiplin ilmu dan ranah kehidupan dari sains hingga seni, dari alam hingga kebudayaan dapat menjadi wahana untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan kewargaan.

Lebih jauh, buku ini juga diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik. Dalam mengajarkan ilmu apa pun, kontekstualisasi dengan potensi dan realitas keindonesiaan hendaknya selalu disisipkan, sehingga peserta didik dapat menautkan kecintaan pada ilmu dengan kecintaan pada tanah air sebagai satu tarikan nafas yang utuh.

Bagi para pembaca di luar Indonesia, buku ini dapat menjadi jendela untuk melihat bahwa peradaban dunia tidak pernah dibangun oleh satu bangsa atau satu kawasan semata. Ia selalu lahir dari perjumpaan, pertukaran, dan sumbangan lintas bangsa. Dengan menyingkap sumbangsih Indonesia yang kerap terabaikan, buku ini mengajak masyarakat dunia untuk lebih menghargai prinsip saling memahami, saling mengakui, dan saling menumbuhkan sebuah etos yang amat dibutuhkan demi lahirnya dunia baru yang lebih inklusif, setara, dan berkeadaban.

Melalui 22 bagian, buku ini menguraikan betapa luas dan dalamnya signifikansi Indonesia bagi dunia. Dengan melintasi beragam bidang dan disiplin ilmu, buku ini merangkai sebuah mosaik yang utuh: potret signifikansi alam, manusia, dan peradaban Indonesia bagi dunia. Sebuah mosaik yang bukan hanya memperdalam wawasan Nusantara, melainkan juga meneguhkan rasa percaya diri kolektif: jika di tanah air yang sama leluhur Nusantara pernah menjadi bangsa pelopor, mengapa generasi hari ini tidak dapat mengulanginya, bahkan melampauinya, untuk menyalakan fajar peradaban baru?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X