Betapa banyak mahkota dibuat manusia,
namun sedikit yang benar menjadi raja
raja atas egonya,
raja atas amarahnya,
raja atas kebencian yang berdiam dalam dadanya
Ada yang bersuara dengan lantang,
namun kosong ketika ditimbang
Bila bertutur kata menusuk luka,
seolah-olah dirinya yang paling mulia
Agar tampak megah di mata manusia,
bermahkota laksana raja
Namun hatinya tak mengenal takhta,
tertutup hiasan di kepala
Berjalan dengan langkah tinggi,
agar dunia memberi hormat padanya
Padahal jiwanya gemetar sendiri
di balik wajah yang ditampakkannya
Bermahkota laksana raja
Agar tampak gagah di mata manusia
Padahal yang disebut raja
Ketika mampu menjaga martabatnya
Malang, 14 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Pernyataan Sikap Resmi Cianjur Independent Society (CIS) Mengenai Insiden Kekerasan dalam Upaya Penggusuran Pedagang di Pasar Bomero
Mutiara Pagi: Kebanyakan Tapi (Bagian 2026)
Penggusuran, Dilema Kesejahteraan dan Tata Kota
Manfaat Buku
Menata Ruang Publik dengan Keadilan dan Solusi
Desa Mandiri, Strategi Penataan Holistik untuk Kesejahteraan
Mutiara Pagi: Dunia Tak Hanya Diatur Pasal (Bagian 2027)
PMII Cianjur Kritik Keras Pemkab: Gunakan Kekerasan dalam Penggusuran Pasar Boemero, Aspirasi Rakyat Diabaikan
Abaikan Kesepakatan DPRD, Pemkab Cianjur Diduga Gunakan Represi dalam Eksekusi Pasar Boemero; Koalisi Tuntut Kasatpol PP Dicopot
Relokasi Bojongmeron: Langgar Kesepakatan DPRD dan Diwarnai Kekerasan, Pemkab Cianjur Dinilai Cedera Keadilan