Setibanya di Mataram, Panembahan Ratu II langsung ditahan. Amangkurat I awalnya ingin membunuh secara langsung, namun urung karena takut akan reaksi Cirebon dan Banten. Ia lalu memilih cara halus: ada yang menyebut diguna-guna, ada pula yang mengatakan diracun.
Saat para pembesar Cirebon tiba, mereka mendapati rajanya dalam kondisi sakit parah. Tak lama kemudian, Panembahan Ratu II wafat.
Jasadnya dimakamkan di Girilaya, sehingga kemudian dikenal juga dengan gelar Panembahan Girilaya.
Penulis: @Sejarah Cirebon
Artikel Terkait
Khutbah Idul Adha Basa Sunda: Kurban Janten Wujud Kapatuhan sarta Tarekah Keur Ngadeketkeun Diri ka Alloh
Kekuasaan, Kopi, dan Nafsu yang Tak Pernah Kenyang
Pakuan Pajajaran: Jejak Kota Sains di Tanah Sunda yang Terlupakan
Menjaga Kehormatan Negara, Menjaga Stabilitas
Mutiara Pagi: Hukum Bukan Beban ( Bagian 1862)
Qurban dan Kesalehan Sosial
Mutiara Pagi: Idul Qurban (Bagian 1863)
Daffs Entertainment, Production House Asal Cianjur yang Sukses Curi Perhatian Publik
Tidur yang Dirindukan
Mutiara Pagi: Spiritualitas Kosmetik (Bagian 1864)