Baca Juga: Mutiara Pagi: Penabur dan Pemetik (Bagian 1826)
Respon Positif Peserta dan Guru
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai sekolah di seluruh Indonesia, baik siswa kelas X hingga XII maupun guru pendamping. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi diskusi dan tanya-jawab berlangsung.
Seorang siswa dari SMA Negeri di Bandung menuliskan dalam kolom komentar,
“Saya jadi lebih percaya diri untuk ikut seleksi olimpiade karena pembahasan di webinar ini sangat jelas dan mendalam.”
Para guru pun merasa kegiatan ini sangat membantu.
“Webinar ini menjadi referensi baru dalam membimbing siswa olimpiade. Kami jadi tahu pendekatan yang lebih strategis dan menyenangkan,” ujar seorang guru dari Purwakarta.
Kontribusi Mahasiswa Pascasarjana dan Harapan ke Depan
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa webinar ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dengan dukungan dosen Magister Pendidikan Matematika UPI, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi awal dari pembinaan berkelanjutan.
Baca Juga: Mutiara Pagi: Potret Buruh (Bagian 1827)
“Kami menyadari bahwa pembinaan olimpiade matematika membutuhkan sinergi antara siswa, guru, dan tenaga ahli. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka jalan bagi sistem pembinaan yang lebih merata dan berkualitas,” katanya.
Pendidikan matematika, lanjutnya, bukan hanya tentang angka dan rumus, melainkan tentang membentuk karakter berpikir logis, kritis, dan sistematis.
“Olimpiade bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sarana membangun daya juang, ketekunan, dan kecintaan pada ilmu pengetahuan. Inilah yang kami harap bisa tumbuh dari kegiatan ini,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaboratif antara mahasiswa pascasarjana, dosen, siswa, dan guru, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan langsung dalam mendorong peningkatan kualitas SDM Indonesia. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjangkau lebih banyak daerah, sehingga lebih banyak talenta muda Indonesia bisa berkembang melalui jalur olimpiade dan pendidikan sains. ***
Artikel Terkait
Kematian Tak Mengenal Usia, Sebuah Pengingat akan Ketidakpastian Hidup
Hari Ini HKTI Berusia 52 Tahun: Menguatkan Kembali Kekuatan Moral Petani
Puteri Indonesia 2025 Resmi Dimulai, Astamara Siap Menginspirasi Generasi Muda
Uedaan...Pemuda Tengil Hina Fisik Jendral Try Sutrisno, Nekat Copot Gigi Mantan Wapres !
Kebenaran, Menemukan Jalannya Sendiri !
Mutiara Pagi: Manusia Lilliput (Bagian 1824)
Mutiara Pagi: Bahu untuk Bersandar (Bagian 1825)
Warga Hegarmanah Suarakan Reformasi Tata Kelola Desa dalam Dialog Publik
Mutiara Pagi: Penabur dan Pemetik (Bagian 1826)
Mutiara Pagi: Potret Buruh (Bagian 1827)