Selamat Hari Buruh, Kawan
Ini potret buruh
Bukan lukisan di gedung parlemen
Meski bekerja dengan sungguh-sungguh
Namun rumah sempit berlantai semen
Keringatnya adalah tinta
Menulis kemakmuran orang lain
Lewat tangannya hadir sejumlah karya
Namun dihargai tak lebih selembar kain
Setiap hari menyalakan hati
Yang digerakkan oleh upah minimum
Demi sesuap nasi buat anak dan istri
Agar mereka selalu bisa tersenyum
Mereka telah diikat
Oleh aturan yang tidak mereka tulis
Supaya mereka selalu taat
Membuat majikan tersenyum manis
Inilah potret buruh
Yang dibatasi oleh dua pilihan
Kerja keras dan sunggung-sungguh
Atau lebih memilih kelaparan
Jam kerja mereka
Lebih panjang dari doa makan si majikan
Sementara kesejahteraan yang ada
Sekadar mencukupi kebutuhan minum dan makan
Malang, 1 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kematian Tak Mengenal Usia, Sebuah Pengingat akan Ketidakpastian Hidup
Hari Ini HKTI Berusia 52 Tahun: Menguatkan Kembali Kekuatan Moral Petani
Puteri Indonesia 2025 Resmi Dimulai, Astamara Siap Menginspirasi Generasi Muda
Meriah! Peringatan Puncak Harlah PMII PK STAI Al-Azhary Cianjur Ke-65
Uedaan...Pemuda Tengil Hina Fisik Jendral Try Sutrisno, Nekat Copot Gigi Mantan Wapres !
Kebenaran, Menemukan Jalannya Sendiri !
Mutiara Pagi: Manusia Lilliput (Bagian 1824)
Mutiara Pagi: Bahu untuk Bersandar (Bagian 1825)
Warga Hegarmanah Suarakan Reformasi Tata Kelola Desa dalam Dialog Publik
Mutiara Pagi: Penabur dan Pemetik (Bagian 1826)