Dalam cerita fiksi
Penuh ketegangan dan kejutan
Diam-diam lalu mengkhianati
Meski diwarnai persahabatan
Dalam kehidupan sehari-hari
Penuh senyum dan keakraban
Namun diam-diam menebar benci
Meski diwarnai dengan senyuman
Tersenyum saat berjumpa
Namun hatinya penuh curiga
Bicara manis seolah percaya
Tapi pikirannya penuh prasangka
Hati-hati memilih bahu untuk bersandar
Tak semua yang mengangguk adalah kawan
Adakalanya yang kelihatan baik dan benar
Tersembunyi jebakan yang membahayakan
Belajarlah dari ketenangan air
Yang dalam tak banyak berbunyi
Karena semakin ramai riak mengalir
Semakin dangkal hakikat di dasar hati
Jangan berikan seluruh kisah
Hanya karena pandai tersenyum mesrah
Padahal lincah memutar cerita
Dengan tikaman saat pelukan mesra
Malang, 29 April 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kematian Tak Mengenal Usia, Sebuah Pengingat akan Ketidakpastian Hidup
Menikmati Minggu yang Tenang, Mengisi Energi untuk Pekan Depan
Hari Ini HKTI Berusia 52 Tahun: Menguatkan Kembali Kekuatan Moral Petani
Puteri Indonesia 2025 Resmi Dimulai, Astamara Siap Menginspirasi Generasi Muda
Akibat Sering Usir Pengemis, Jemaah Haji tak Bisa Masuk Tenda di Padang Arafah
Gading Asri Berduka, 127 Rumah Terdampak Banjir Bandang, Een : Warga Harus Tetap Waspada !
Meriah! Peringatan Puncak Harlah PMII PK STAI Al-Azhary Cianjur Ke-65
Uedaan...Pemuda Tengil Hina Fisik Jendral Try Sutrisno, Nekat Copot Gigi Mantan Wapres !
Kebenaran, Menemukan Jalannya Sendiri !
Mutiara Pagi: Manusia Lilliput (Bagian 1824)