Refleksi atas Berakhirnya UHC di Kabupaten Cianjur

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08 WIB
Doddie FT, Dosen UNPI Cianjur (FOTO: Istimewa)
Doddie FT, Dosen UNPI Cianjur (FOTO: Istimewa)

Transfer ke daerah berubah.

Belanja meningkat.

Ruang fiskal semakin sempit.

Semua itu adalah kenyataan.

Namun, pemerintah juga harus jujur menyampaikan kepada masyarakat bahwa defisit bukan hanya persoalan kekurangan pendapatan, melainkan juga persoalan kualitas belanja.

Karena itu, solusi terhadap UHC tidak cukup berhenti pada pengurangan manfaat.

Yang jauh lebih penting adalah melakukan reformasi anggaran secara menyeluruh.

Efisiensi perjalanan dinas.

Pengendalian belanja yang kurang produktif.

Optimalisasi PAD.

Digitalisasi pajak daerah.

Perbaikan tata kelola aset.

Peningkatan efektivitas belanja.

Semua itu harus didahulukan sebelum perlindungan kesehatan masyarakat dikurangi.

Sebab apabila pelayanan kesehatan menjadi sektor pertama yang dikorbankan setiap kali fiskal terganggu, maka yang sesungguhnya sedang mengalami krisis bukan hanya APBD.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Mutiara Pagi: Gema (Bagian 2290)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Refleksi atas Berakhirnya UHC di Kabupaten Cianjur

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Berguru pada Pohon

Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Memerdekakan Meja Makan, Memerdekakan Bangsa

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:52 WIB

Sesudah Perayaan

Selasa, 21 Juli 2026 | 07:13 WIB

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB
X