Berguru pada Pohon

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:24 WIB
Ilustrasi: pohon Gaharu Buaya atau Aetoxylon sympetalum. (Selingkar Wilis)
Ilustrasi: pohon Gaharu Buaya atau Aetoxylon sympetalum. (Selingkar Wilis)

Biarkan nilai-nilai terus berakar semakin dalam, sementara akal dan imajinasi menjulang semakin tinggi. Asahlah keahlian hingga mencapai puncak kecakapan.

Bentangkan pula wawasan agar setiap ilmu menemukan tempatnya dalam keseluruhan kehidupan. Sebab manusia tidak dipanggil hanya untuk menjadi ahli, melainkan juga menjadi arif.

Jangan memilih antara tradisi dan pembaruan, antara identitas dan keterbukaan, antara kedalaman dan keluasan. Kehidupan meminta kita memelihara semuanya dalam satu kesatuan yang hidup.

Pada akhirnya, pohon telah lama menuliskan filsafat manusia dalam senyapnya.

Ia mengajarkan bahwa pertumbuhan sejati adalah perjalanan memperdalam akar jatidiri, meninggikan tajuk peradaban, menguatkan kepakaran, mengalirkan kebijaksanaan, dan memetik pencapaian yang berbuah kemaslahatan.

Sebab kehidupan yang agung bukanlah kehidupan yang hanya menjulang tinggi, melainkan kehidupan yang juga merimbun, berbuah, dan menaungi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Berguru pada Pohon

Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Memerdekakan Meja Makan, Memerdekakan Bangsa

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:52 WIB

Sesudah Perayaan

Selasa, 21 Juli 2026 | 07:13 WIB

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB
X