Oleh: Yudi Latif
Berapa lama waktu yang dibutuhkan suatu entitas politik untuk bertransformasi dari negara tunadaya menjadi adidaya?
Menurut Ray Dalio, dalam Principles for Dealing with the Changing World Order, daur hidup sebuah kekuatan besar dari fase formasi hingga puncak kejayaan yang sekaligus menandai awal kemundurannya rata-rata berlangsung sekitar 250 tahun.
Amerika Serikat memberi contoh klasik. Setelah merdeka pada 1776, negara itu masih harus menempuh hampir satu abad pergulatan integrasi nasional yg memuncak dalam Perang Sipil. Baru pada abad berikutnya AS tampil sbg kekuatan adidaya dunia.
Namun, China menghadirkan pola baru. Dengan memanfaatkan globalisasi dan teknologi yang mempercepat alih pengetahuan antarbangsa, China mampu menyingkat lintasan sejarah itu dan meraih status adidaya hanya dalam beberapa dasawarsa.
Dalam perbandingan itu, capaian Indonesia tidaklah buruk. Sebagai negara kepulauan terbesar dgn keragaman sosial, budaya, dan geografis yg tinggi, Indonesia berhasil membangun integrasi nasional tanpa perang sipil yg menghancurkan.
Namun, jika dibandingkan dengan RRT yang berdiri pada 1949, laju kemajuan Indonesia kurang menggembirakan.
Untuk melangkah menjadi negara maju, Indonesia memerlukan kepemimpinan kuat dan cakap dgn fokus utama pada pembangunan kualitas manusia. Pendidikan menjadi kunci strategis bukan hanya utk membekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, keadaban, dan etos kerja.
Sejarah menunjukkan bahwa kemakmuran bangsa lahir dari sistem yg memungkinkan manusia terdidik bekerja sama secara damai, melahirkan inovasi, mengakses modal, dan mentransformasikan gagasan menjadi produksi bernilai tambah.
Sistem semacam itu hanya tumbuh dlm negara yg sehat secara ekonomi dan kelembagaan, ditopang oleh kepemimpinan kapabel dan warga sipil yang terkelola baik.
Pada akhirnya, produktivitas manusia merupakan sumber utama kekayaan, kekuasaan, dan standar hidup bangsa yang ditentukan oleh mutu pendidikan, daya cipta, etika kerja, dan sistem ekonomi yang mampu mengubah ide menjadi karya.
Di sanalah letak formula kejayaan, sekaligus rujukan strategis bagi Indonesia untuk menapaki jalan menuju kejayaan.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Mungkin Kita Bertanya (Bagian 2197)
Rawat Motormu Sebelum Mogok, Rahasia Performa Tetap Joss dan Awet
Hotel Neo Kota Baru Parahyangan Gelar Kompetisi Mewarnai Kreatif untuk Anak
Dugaan Politik Uang di Muscab PPP Cianjur, Plt Ketua: Ini Kemunduran Demokrasi
Refleksi Hari Pendidikan Nasional, KOPRI PMII Cianjur Soroti Ketimpangan dan Kesadaran Kritis
Ketika Pemimpin Ingin Cepat Meninggal Dunia: Alarm Etika di Tengah Krisis Kepemimpinan Daerah
Mutiara Pagi: Pertemuan Dua Air (Bagian 2198)
STIT Queen Attafsiri Wisuda Angkatan III, Cetak Lulusan Berbasis Pesantren yang Siap Mengabdi
Serafin Ernesta Dorong Kesadaran Energi Hijau Melalui National Solar Transition Forum 2026
Mutiara Pagi: Ibu Tak Pernah Pergi (Bagian 2199)