JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Queen Attafsiri, Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sukses menyelenggarakan Wisuda Angkatan III, pada hari Sabtu (2/5/2026).
Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut menjadi saksi keberhasilan para mahasiswa dalam menuntaskan masa studi mereka di lembaga pendidikan berbasis pesantren tersebut.
Suasana haru menyelimuti ruangan saat para wisudawan yang mengenakan toga lengkap mengikuti rangkaian acara. Senyum syukur terpancar dari wajah para lulusan serta orang tua yang hadir menyaksikan momentum bersejarah tersebut.
Direktur Queen Attafsiri, KH Samsudin Bahrie S.Pd M.Pd, dalam sambutannya menekankan bahwa kelulusan ini merupakan gerbang awal bagi para alumni untuk memberikan kontribusi nyata.
Ia berpesan agar ilmu yang telah diperoleh dapat menjadi manfaat bagi masyarakat luas.
"Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat. Ilmu yang didapatkan harus menjadi cahaya yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan agama," ujar Samsudin.
Dirinya juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah dalam setiap langkah di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, salah satu wisudawan, Muhamad Agim Nastiar, mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman berharga yang didapatkan selama menempuh pendidikan di STIT Queen Attafsiri.
Menurut pandangannya, bahwa lingkungan kampus memberikan bekal yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman.
"Banyak ilmu dan pengalaman berharga yang kami peroleh di sini. Semoga kami mampu mengamalkannya dan menjadi generasi yang bermanfaat," tuturnya.
Selain jenjang perguruan tinggi, Queen Attafsiri dikenal sebagai lembaga pendidikan terpadu yang menerapkan sistem pesantren.
Lembaga ini menaungi jenjang pendidikan yang lengkap mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Madrasah Aliyah (MA).
Keunggulan sistem "mondok" atau bermukim di pesantren menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang menginginkan keseimbangan antara prestasi akademik dan penguatan karakter religius.
Dengan lingkungan yang kondusif serta tenaga pengajar yang kompeten, Queen Attafsiri berkomitmen mencetak generasi masa depan yang berilmu dan beriman kuat.
Artikel Terkait
Mempersiapkan Pionir Energi Hijau lewat Literasi Panas Bumi bagi Mahasiswa Cianjur
Peduli Kemanusiaan, DPP Prabu Nusantara Gelar Aksi Donor Darah di Cianjur
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Menggapai Ketenangan dari Masjid (Bagian 37)
Mutiara Pagi: Mungkin Kita Bertanya (Bagian 2197)
Rawat Motormu Sebelum Mogok, Rahasia Performa Tetap Joss dan Awet
Hotel Neo Kota Baru Parahyangan Gelar Kompetisi Mewarnai Kreatif untuk Anak
Dugaan Politik Uang di Muscab PPP Cianjur, Plt Ketua: Ini Kemunduran Demokrasi
Refleksi Hari Pendidikan Nasional, KOPRI PMII Cianjur Soroti Ketimpangan dan Kesadaran Kritis
Ketika Pemimpin Ingin Cepat Meninggal Dunia: Alarm Etika di Tengah Krisis Kepemimpinan Daerah
Mutiara Pagi: Pertemuan Dua Air (Bagian 2198)