hari ini mungkin kita bertanya
di antara gedung tinggi dan janji
apakah dunia pendidikan kita
masih memanusiakan manusia
di ruang-ruang kecil sederhana,
kata-kata menari tiada henti
meski tak semua memperhatikannya
setiap hari harapan tumbuh kembali
di sanalah, seorang guru berdiri
bukan sekadar mendidik hari ke hari
melainkan menyalakan cahaya
menyingkirkan gelap dalam dada
Hardiknas bukan sekadar tanggal,
melainkan panggilan moral
tentang bangsa yang masih percaya
bahwa ilmu adalah cahaya
mungkin kita mulai sangsi
di antara ragu dan berani
masihkah pendidikan bernurani
ataukah larut dalam arus industri
anak-anak berjalan jauh
membawa mimpi yang kian rapuh
dengan beban di pundaknya
yang lebih berat dari realita
sementara di ruang lain
mereka dipaksa untuk yakin
tentang masa depan yang dijual mahal
atas nama sistem yang tak masuk akal
Hardiknas seharusnya dimaknai
bukan sekadar seremoni belaka
bahwa setiap anak berhak bermimpi
dan negara hadir untuk mewujudkannya
Malang, 2 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Tragedi Bekasi Timur (Bagian 2195)
Spiritualitas Tanpa Intelektualitas: Jalan Pintas Menuju Kepemimpinan yang Rapuh
Putri Hijabfluencer Indonesia Buka Pendaftaran Area Nusantara 2026, Cek Wilayah dan Batas Waktunya
Mutiara Pagi: Membuang Kebencian (Bagian 2196)
Urgensi Reformasi Sistemik PDAM Cianjur
Pernyataan Bupati Bukan Sekadar Candaan, Ada Konsekuensi Hukum dan Moral
Pengukuhan Relawan Baznas di Gunung Puntang Perkuat Mitigasi Bencana
Mempersiapkan Pionir Energi Hijau lewat Literasi Panas Bumi bagi Mahasiswa Cianjur
Peduli Kemanusiaan, DPP Prabu Nusantara Gelar Aksi Donor Darah di Cianjur
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Menggapai Ketenangan dari Masjid (Bagian 37)