Marilah kita bertanya
dalam bahasa yang paling sederhana:
untuk apa menumbuhkan benci,
hanya karena tidak menyukai
Apakah dengan membenci
menjadikan kita lebih tinggi,
atau justru merendahkan diri sendiri
tanpa pernah kita sadari
sehingga pikiran pun terbiasa
menyalakan api di dada,
mengira sebuah kehangatan,
padahal bara yang membinasakan
jika kebencian menjadi rutinitas,
laksana tegukan minuman keras
perlahan semakin kecanduan
pada pahit yang diciptakan
saat kesendirian datang menyapa,
cobalah merenungkannya
apakah hati masih merdeka,
ketika dipenuhi oleh prasangka
sebelum segalanya terlambat,
sebelum benci kian berkarat,
belajarlah, setapak demi setapak,
menyembuhkan hati yang mulai retak
Malang, 1 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
DPRD Cianjur Diminta Evaluasi Total Raperda Kesehatan Usai Temuan Pasal 'WITA'
Mutiara Pagi: Putaran Kehidupan (Bagian 2193)
Jihan Fahira Tekankan Urgensi Moral Pancasila dalam Pola Asuh Anak di Era Digital
Masa Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur 2026–2031 Diperpanjang hingga 4 Mei
Grand Aston Puncak dan Theo’s Wife Lois Sajikan Nusantara Gourmet, Kolaborasi Kuliner Eksklusif Dua Chef
Mutiara Pagi: Menyalakan Senyum (Bagian 2194)
Menakar Transparansi dan Objektivitas di Balik Rotasi Massal Pejabat Cianjur
Mutiara Pagi: Tragedi Bekasi Timur (Bagian 2195)
Spiritualitas Tanpa Intelektualitas: Jalan Pintas Menuju Kepemimpinan yang Rapuh
Putri Hijabfluencer Indonesia Buka Pendaftaran Area Nusantara 2026, Cek Wilayah dan Batas Waktunya