Mutiara Pagi: Menyalakan Senyum (Bagian 2194)

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 30 April 2026 | 06:59 WIB
Rumah sejuk dengan kolam mini (Gemini ai)
Rumah sejuk dengan kolam mini (Gemini ai)


(Renungan kebangsaan Yudi Latif)

Sejarah tak hanya berdenyut oleh waktu,
tapi bergerak ke mana langkah hendak menuju
oleh mereka yang memilih berdiri
saat kebencian menjalar seperti kabut pagi
di sanalah, senyum harus dinyalakan:
senyum yang lahir dari tekad, bukan kenyamanan

Di tanah jauh bernama Amerika,
ketika luka Great Depression menggerogoti harapan,
Franklin D. Roosevelt menata ulang kepercayaan,
pelan, jujur, perlahan demi perlahan
dari puing ketakutan, ia merajut masa depan
hingga senyum pun kembali menemukan jalan

Di pulau kecil yang keras oleh keterbatasan,
Lee Kuan Yew menanam disiplin akar masa depan
Ia tak menjanjikan langit tanpa badai,
namun membangun keteguhan yang tak kunjung usai
dari tangan yang tegas, lahir ketertiban
hingga senyum pun tumbuh dari kerja dan kejujuran

Di bumi Afrika yang luka oleh Apartheid,
Mandela memilih memaafkan tanpa melupakan
Ia merajut bangsa dengan benang rekonsiliasi,
menghapus dendam tanpa rasa benci
dari luka yang dijahit perlahan,
senyum pun menjadi bahasa kemanusiaan

Di Tiongkok yang pernah mengalami kekacauan
oleh riuhnya revolusi kebudayaan,
Deng Xiaoping menukar slogan dengan kenyataan
Ia memilih hasil, bukan gemuruh kata,
membuka pintu masa depan dengan lapang dada
hingga senyum pun hadir sebagai buah dari cinta

semua itu mengajarkan bahwa sebuah bangsa
tidak akan pernah sejahtera
jika dibangun di atas kebencian
yang diwariskan dari zaman ke zaman

Malang, 29 April 2026
Salam sehat,

M. Sinal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Lentera (Bagian 2301)

Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:24 WIB

Mutiara Pagi: Mengagumi Bunga (Bagian 2299)

Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:02 WIB

Mutiara Pagi: Perubahan (Bagian 2298)

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:41 WIB

Mutiara Pagi: Lapangkan Hati (Bagian 2296)

Minggu, 9 Agustus 2026 | 09:34 WIB

Mutiara Pagi: Tangga (Bagian 2295)

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Mutiara Pagi: Anak Panah (Bagian 2294)

Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Mutiara Pagi: Layang-Layang (Bagian 2293)

Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Mutiara Pagi: Pahatan Waktu (Bagian 2292)

Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:03 WIB

Mutiara Pagi: Prinsip (Bagian 2291)

Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Mutiara Pagi: Gema (Bagian 2290)

Senin, 3 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Mutiara Pagi: Menanam Kebaikan (Bagian 2289)

Minggu, 2 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Mutiara Pagi: Hukum Sederhana (Bagian 2288)

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Mutiara Pagi: Diamlah Sejenak (Bagian 2287)

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:49 WIB

Mutiara Pagi: Kemenangan Terbesar (Bagian 2286)

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Yang Tertunda (Bagian 2285)

Rabu, 29 Juli 2026 | 06:55 WIB

Mutiara Pagi: Berkata Baik atau Diam (Bagian 2284)

Selasa, 28 Juli 2026 | 13:52 WIB

Mutiara Pagi: Integritas (Bagian 2283)

Senin, 27 Juli 2026 | 10:15 WIB
X